Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Musim kemarau membuat sejumlah daerah krisis air bersih.

Diterbitkan 13 September 2026, 01:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Debit Sungai Cisadane turun 40 cm dari normal, menjadi perhatian Pemkot Tangerang.
  • Wali Kota Sachrudin meninjau, Pemkot dan PDAM terus pantau ketersediaan air.
  • Masyarakat diimbau bijak gunakan air dan jaga kelestarian Sungai Cisadane.

Liputan6.com, Jakarta - Menurunnya debit Sungai Cisadane menjadi perhatian jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Memasuki bulan September ini, debit air turun 40 cm dari batas normal.

Hal tersebut diketahui pasti setelah Wali Kota Tangerang, Sachrudin turun langsung meninjau kondisi Sungai Cisadane, bersama jajaran PDAM Tirta Benteng dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang, Sabtu (12/09/2026).

Peninjauan dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cisadane sekaligus memantau kondisi dan ketersediaan air baku yang menjadi salah satu sumber utama pengolahan air bersih bagi masyarakat Kota Tangerang.

"Kondisi yang menjadi perhatian karena Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane terpantau mengalami penurunan hingga sekitar 40 sentimeter dari batas normal," ujar Sachrudin.

Penurunan debit air ini perlu diantisipasi untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Sachrudin menegaskan, jajaran Pemkot Tangerang bersama PDAM Tirta Benteng terus melakukan pemantauan dan langkah teknis untuk menjaga ketersediaan air baku serta memastikan pelayanan air bersih tetap optimal.

“Aduan dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kami terus melakukan berbagai langkah agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujar Sachrudin.

 

Bijak Pemakaian Air

Dia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan kita bersama. Karena itu, mari gunakan air secukupnya dan sehemat mungkin. Di saat yang sama, kita juga harus menjaga Sungai Cisadane, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat lingkungan di sepanjang bantaran sungai,” ujarnya.

Sachrudin menambahkan, Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Kota Tangerang sehingga kelestariannya harus dijaga bersama. Pemerintah akan terus melakukan langkah antisipasi, namun upaya tersebut perlu didukung dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan menjaga sumber daya air.

“Yang kita jaga hari ini bukan hanya aliran air, tetapi keberlangsungan kehidupan masyarakat,” pungkas Sachrudin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6