Tembus 65 Juta Pengguna, QRIS Kini Jangkau 44,8 Juta Merchant

QRIS jangkau 44,8 juta merchant di Indonesia. Simak langkah Bank Indonesia jadikan teknologi sebagai jembatan UMKM naik level.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh pesat. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS telah menembus 65,77 juta jiwa dengan jangkauan 44,86 juta merchant. Dari total merchant tersebut, sebanyak 96,68% di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BI menilai perluasan QRIS tidak sekadar memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi jembatan utama yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

"QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital," ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, transformasi dianggap makin krusial untuk mendongkrak produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong UMKM naik kelas. Oleh karena itu, BI memacu peningkatkan kapabilitas digital UMKM melalui tiga strategi utama:

  • E-farming: Penerapan digital farming untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil pertanian.
  • E-commerce: Pendampingan proses onboarding pelaku usaha guna membuka akses pasar digital yang lebih luas.
  • E-financing: Pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat ketersediaan laporan keuangan sekaligus mempermudah akses pembiayaan.

Filianingsih turut menyoroti pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital demi memacu daya saing UMKM. Salah satu langkah konkret BI adalah memfasilitasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), wadah kolaborasi hasil sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai mitra strategis.

PIDI berfungsi mempertemukan talenta digital, inovator, industri, pemerintah, hingga mitra bisnis untuk melahirkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan direplikasi oleh UMKM di sektor riil.

"Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan," tutur Filianingsih.

Kolaborasi Inovasi Digital di KKI 2026

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, BI menggelar Innovation Talk bertajuk 'Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level' pada Jumat (21/8/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Diskusi panel ini menghadirkan perwakilan Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati, inovator muda finalis PIDI Irpan Rambe dan Fahrul Hadi Kusuma, serta founder Bernard Tani Pipit Candra selaku pelaku UMKM binaan BI di sektor pertanian hortikultura.

Para narasumber membagikan perspektif serta pengalaman nyata dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan bisnis, memperluas pasar, serta mengakses pembiayaan perbankan. Forum tersebut juga menegaskan pentingnya konsistensi pencatatan keuangan digital dan tata kelola data UMKM agar pihak perbankan dapat menilai kelayakan pembiayaan secara lebih efisien.

Melalui semangat Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama, BI menegaskan bakal terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat akselerasi digital. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

 

 

 

===

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6