Coinbase Gandeng Moov, Bawa Stablecoin ke 1.000 Bank

Kolaborasi Coinbase dan penyedia infrastruktur pembayaran Moov menghadirkan dalam kinerja Coinbase.

Diterbitkan 13 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Coinbase telah menjalin kemitraan dengan penyedia infrastruktur pembayaran Moov untuk menghadirkan kapabilitas stablecoin bagi lebih dari 1.000 bank komunitas dan credit union di seluruh Amerika Serikat.

Mengutip Yahoo Finance, Minggu, (13/9/2026), diumumkan pada 10 September, kemitraan ini menggabungkan infrastruktur aset digital Coinbase dengan platform pembayaran Moov yang sudah ada. Hal ini memungkinkan lembaga keuangan untuk menambahkan fitur penerimaan pembayaran stablecoin, penyelesaian transaksi, dan pendanaan real-time tanpa perlu membangun sistem teknologi kripto secara terpisah.

Kesepakatan ini muncul pada saat yang krusial bagi regulasi kripto di Amerika Serikat (AS). Coinbase dan industri perbankan berada di pihak yang berlawanan dalam perselisihan yang kian memanas terkait Undang-Undang CLARITY (CLARITY Act).

Coinbase Membawa Stablecoin Langsung ke Bank Komunitas

Moov akan mengintegrasikan akun dompet kustodian dan API Pembayaran dari Coinbase Developer Platform ke dalam infrastruktur yang telah mereka sediakan bagi lembaga keuangan komunitas.

Integrasi ini diharapkan dapat mendukung pembayaran stablecoin konsumen, penerimaan oleh pedagang, penyelesaian transaksi, dan pencairan dana. Yang terpenting, langkah ini memberikan akses teknologi kepada bank, bukan berarti lebih dari 1.000 lembaga tersebut telah meluncurkan layanan stablecoin.

Coinbase berpendapat, model ini dapat memungkinkan bank-bank berskala lebih kecil untuk berpartisipasi dalam pembayaran digital sembari tetap mempertahankan hubungan dengan nasabah mereka saat ini.

 

Undang-Undang CLARITY: Pertarungan Kripto Melawan Bank

Kemitraan ini menjadi sorotan karena bank-bank komunitas juga muncul sebagai pihak yang paling vokal menentang ketentuan ramah-kripto yang sedang diperdebatkan di Washington.

Kelompok perbankan dan industri kripto melakukan lobi secara agresif menjelang pemungutan suara penting di Senat terkait Undang-Undang CLARITY. Salah satu poin perdebatan utama adalah mengenai imbal hasil (rewards) stablecoin. pihak bank khawatir bahwa insentif menyerupai bunga yang ditawarkan melalui platform kripto dapat menarik dana simpanan keluar dari lembaga keuangan tradisional.

Coinbase telah menepis argumen-argumen tersebut. CEO Brian Armstrong baru-baru ini menyebut penentangan dari perusahaan pembayaran besar sebagai masalah persaingan usaha dan menyatakan bahwa kekhawatiran utama industri terhadap rancangan undang-undang terbaru tersebut telah diatasi.

Hal ini menciptakan latar belakang yang unik bagi kemitraan dengan Moov: Coinbase pada dasarnya menawarkan infrastruktur stablecoin kepada segmen industri perbankan yang justru telah memperingatkan para pembuat kebijakan mengenai risiko persaingan yang ditimbulkan oleh stablecoin.

 

Pertarungan Stablecoin Menuju Pemungutan Suara 15 September

Pertarungan politik ini bisa mencapai titik krusial dalam beberapa hari ke depan. Senat sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara prosedural penting terkait Undang-Undang CLARITY pada 15 September, sementara kelompok kripto dan perbankan semakin mengintensifkan upaya lobi mereka.

Armstrong berpendapat, kripto bisa mendapatkan kepastian regulasi yang lebih besar apa pun hasilnya, seraya menyatakanSEC dan CFTC dapat melangkah maju dengan penyusunan aturan jika Kongres gagal mengesahkan undang-undang tersebut.

Sementara itu, kesepakatan Moov menunjukkan adopsi stablecoin sudah mulai merambah infrastruktur perbankan konvensional, bahkan sebelum Washington menuntaskan perdebatan regulasi yang lebih luas.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.