Liputan6.com, Jakarta - Generasi Z (Gen Z) yang berusia 18 hingga 29 tahun memilih menabung untuk liburan daripada untuk masa pensiun. Berdasarkan riset terbaru dari JPMorgan Asset Management, hampir setengah dari kelompok Gen Z memprioritaskan liburan dibandingkan tabungan pensiun. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.Â
Selain itu, melunasi utang pendidikan dan mengumpulkan dana darurat juga dianggap jauh lebih penting bagi mereka dibandingkan menyiapkan tabungan untuk masa tua nanti.
"Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan pemahaman mengenai manfaat memulai (menabung) sejak dini, serta adanya tekanan finansial yang lebih mendesak. Utang terasa sangat mendesak, sedangkan masa pensiun terkesan masih sangat jauh, sehingga mereka lebih mudah menunda menabung," ujar Head of Retirement Insights di JPMorgan Asset Management, Alyson Frost dilansir dari laman Yahoo Finance, Minggu (19/7/2026).Â
Advertisement
Pada bulan Januari, lembaga tersebut mengadakan survei daring terhadap lebih dari 2.000 orang yang telah menyisihkan dana ke dalam program pensiun dengan iuran pasti (defined contribution retirement plans). Namun, sebelum menghakimi para pekerja muda ini, perlu diketahui bahwa masalah tersebut sebenarnya dialami oleh semua kelompok usia.
Menurut penelitian tersebut, mayoritas responden menyadari bahwa mereka belum menyisihkan dana sebanyak yang seharusnya ke dalam program pensiun yang disediakan oleh pemberi kerja, dan mereka tahu bahwa mereka semestinya bisa berbuat lebih banyak.
Ketika terpaksa harus memilih antara tabungan pensiun atau tujuan finansial lainnya, lebih dari separuh pekerja dari segala usia memilih untuk membangun dana darurat terlebih dahulu.
Prioritas Melunasi Utang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4629436/original/090567600_1698680769-Ilustrasi_guru_pensiun__purna_tugas.jpg)
Para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 3 dari 10 orang memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk melunasi utang pendidikan atau utang umum. Sementara itu, jumlah persentase yang hampir sama juga lebih memilih menabung untuk liburan daripada masa tua mereka.
Selain itu, 1 dari 10 orang mengaku bahwa tingginya biaya hidup menyebabkan berkurangnya alokasi dana pensiun, atau bahkan tidak menabung sama sekali.
"Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara rencana dengan realisasi, serta adanya kendala di dunia nyata," kata Frost.
"Lonjakan harga dan inflasi tampaknya menciptakan efek 'himpitan anggaran' nyata, yang berimbas dari pengeluaran sehari-hari ke perilaku dalam mempersiapkan masa pensiun."
Advertisement
Kebocoran Dana Pensiun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552233/original/097167200_1775804313-Pensiunan_kaya.jpg)
Tidak berinvestasi untuk masa pensiun adalah hal yang mengkhawatirkan, tetapi menarik uang dari akun atau dana pensiun berpotensi menjadi lebih buruk.
"Kebocoran program (pensiun) tetap tinggi, di mana 1 dari 4 orang telah mengambil pinjaman dan atau melakukan penarikan awal, sementara 19% lainnya berencana untuk melakukan hal yang sama," ungkap Frost.
"Konsistensi penarikan awal ini menunjukkan bahwa banyak peserta yang menggunakan program pensiun mereka sebagai sumber likuiditas jangka pendek. Hal ini dapat merusak hasil jangka panjang mereka."
Hitungan Dana Pensiun
Riset ini juga menemukan bahwa lebih dari separuh responden tidak mengetahui berapa banyak dana yang perlu mereka tabung setiap tahun agar masa pensiunnya aman, atau bagaimana cara memperkirakan nilai masa depan dari tabungan pensiun mereka dengan tingkat iuran saat ini.
Lantas, bagaimana cara para penabung pensiun ini menentukan besaran iuran untuk program pensiun mereka?
Seperempat responden menyatakan bahwa mereka menyisihkan uang sebanyak yang mereka mampu, sementara 22% menyetor dalam jumlah yang setara dengan subsidi atau dana pensiun perusahaan tempat mereka bekerja. Sementara itu, 17% lainnya meyakini bahwa mereka telah menyetor iuran dalam batas maksimal yang diizinkan hukum.
Hanya sebagian kecil, yaitu 11%, yang menghitung besaran iuran pada jumlah yang benar-benar mereka butuhkan, dan 10% mengandalkan tingkat iuran awal mereka, ditambah penyesuaian otomatis yang mungkin terjadi.
"Ketika banyak peserta tidak tahu berapa banyak yang perlu mereka tabung, dan beberapa orang justru mengurangi atau menghentikan iuran karena harga-harga yang semakin mahal, hal ini mempertegas bagaimana ketidakpastian dan tekanan anggaran rumah tangga dapat secara langsung mengganggu kesiapan masa pensiun," kata Frost.
Â
Advertisement
Panduan Menabung untuk Masa Pensiun
Lantas, berapa banyak dana pensiun yang dibutuhkan?
Targetkan untuk mengumpulkan setidaknya 1 kali nilai gaji tahunan Anda saat menginjak usia 30 tahun, 3 kali lipat pada usia 40 tahun, 6 kali lipat pada usia 50 tahun, 8 kali lipat pada usia 60 tahun, dan 10 kali lipat saat mencapai usia 67 tahun.
Tentu saja, urusan pensiun bersifat sangat personal. Jumlah akhir yang Anda butuhkan nantinya akan bergantung pada berbagai faktor, mulai dari usia saat Anda pensiun, kondisi kesehatan, hingga faktor inflasi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160711/original/023605400_1741838244-Depositphotos_366014722_S.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257094/original/041007200_1781205796-000_B6T99LB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484506/original/024457200_1769435277-arsene.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287308/original/076027200_1783212670-IMG-20260703-WA0097.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9002386/original/065971900_1782995188-DSC02008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782651/original/090515900_1782893322-lansia__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790028/original/068807900_1782898154-pensiun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532209/original/090976000_1773644652-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_11.15.53_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256842/original/074887500_1781171934-Depositphotos_160599258_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564616/original/017618400_1776968348-Wamenkum.jpeg)