Gap Infrastruktur Menganga, AHY Dorong Investasi Besar di Kereta Api

Anggaran jalan Rp 46 triliun, rel hanya Rp 5 triliun. AHY dorong kolaborasi investasi untuk percepat pembangunan kereta.

Diterbitkan 22 April 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berupaya mengejar ketimpangan investasi antara sektor perkeretaapian dan transportasi darat lainnya, yang selama ini lebih dominan dalam pembangunan infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan kesenjangan tersebut terlihat jelas pada alokasi anggaran tahun 2026.

Dari total anggaran, pembangunan dan perbaikan jalan mencapai sekitar Rp46 triliun, sementara sektor perkeretaapian hanya memperoleh sekitar Rp5 triliun.

“Kita negara kepulauan, tapi tetap saja kita perlu pengembangan kereta. Terjadi underinvestment (kekurangan investasi) jika dibandingkan dengan anggaran transportasi darat lainnya,” kata AHY di Stasiun Tanah Abang, Rabu (22/4/2026).

“Jadi ada gap di situ,” lanjutnya.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, AHY memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan kereta mencapai Rp60–65 triliun per tahun.

Jika diakumulasi dalam jangka panjang hingga 2045, total kebutuhan investasi diproyeksikan mencapai sekitar Rp1.200 triliun.

Meski demikian, AHY menegaskan pendanaan tidak akan sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Ajak Swasta

Pemerintah akan melibatkan berbagai sumber pembiayaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga skema kerja sama antara pemerintah dan swasta atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, peluang investasi dari luar negeri juga akan dibuka untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Tentunya bukan hanya dibebankan pada APBN, tetapi juga melibatkan APBD karena pemerintah daerah harus terlibat langsung. Selain itu, ada skema kerja sama pemerintah dan swasta, termasuk investasi luar negeri, serta sumber pembiayaan kreatif lainnya,” jelas AHY.

Dengan skema pembiayaan yang lebih luas, pemerintah berharap pengembangan jaringan kereta api nasional dapat berjalan lebih cepat dan merata di berbagai wilayah Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6