Purbaya Kembali Guyur Bank Rp 100 Triliun, Bos OJK Tak Masalah Buat Beli SBN

OJK sebut bank beli SBN dari kucuran SAL Rp100 triliun sebagai investasi sementara. Dian Ediana Rae pastikan likuiditas tetap mengalir ke kredit.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 20:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara mengenai kucuran tambahan Rp 100 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. OJK memandang pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh bank tidak menjadi masalah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pembelian SBN oleh perbankan dari tambahan likuiditas tersebut merupakan langkah yang cukup tepat, meskipun pada akhirnya bank akan tetap mengarahkan dana pada pembiayaan kredit.

"Itu kan hanya temporary, istilahnya temporary investment. Daripada dibiarkan menganggur, lebih baik diinvestasikan berapa persen pun. Tetapi tujuan akhir sebuah bank tentu adalah memberikan kredit," ungkap Dian saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mengucurkan kembali Rp100 triliun ke perbankan untuk meningkatkan likuiditas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Dian menambahkan, bank akan cenderung memilih pembiayaan kredit karena tingkat bunga yang lebih kompetitif. "Coba bandingkan, berapa bunga SBN paling tinggi sekarang? Sekitar 6 persen. Kalau kredit itu bisa di atas 9-10 persen," katanya.

 

Kelola Likuiditas

Dian menjelaskan lagi, bank bisa mencairkan SBN tadi setelah peningkatan permintaan dari kredit. Investasi sementara ini pun disebut sebagai langkah pengelolaan likuditas perbankan.

"Jadi tentu saja bank itu kalau misalnya demand-nya sudah cukup tinggi nanti tidak akan lagi dipakai itu (beli SBN). Ya mungkin itu dicairkan kan gitu. Nah jadi memang kalau temporary enggak ada masalah kalau menurut saya," ujarnya.

"Itu kan ada upaya bank, bank tidak boleh menganggurkan uangnya kan. Dan saya kira juga kalau dia beli SBN itu kan membantu negara sebetulnya. Balik lagi membantu negara juga untuk pembiayaan fiskal gitu kan," sambung Dian.

 

Pengesuaian Bunga

Dia mengakui kucuran dana Rp 100 triliun tambahan dari SAL akan membantu likuiditas bank. Termasuk dampaknya pada besaran bunga kredit yang diberikan kepada nasabah.

"Kalau saya sih welcome aja ya tentu saja kebijakan fiskal yang diberikan oleh Menteri Keuangan kepada kita itu membantu likuiditas tentu saja. Dan yang kedua yang saya bilang itu, dia akan menekan biaya bunga dalam hal ini," ucapnya.

Menurutnya, saat ini telah terjadi tren penurunan special rate. Alhasil, persaingan antarbank tidak lagi menjadi terlalu keras. "Nah itu yang sangat membantu sehingga kecenderungan nanti mengikuti BI rate itu akan bisa tercapai dengan lebih cepat gitu kira-kira begitu," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa
  • liputan6
    Bank adalah lembaga yang menjadi pilihan yang aman untuk meminjam dan menyimpan uang.
    bank
  • liputan6
    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah lembaga yang berfungsi untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor keuangan.
    OJK
  • liputan6
    SBN adalah singkatan dari Surat Berharga Negara.
    SBN
  • dana SAL
  • Menkeu
  • perbankan