Rupiah Kembali Loyo terhadap Dolar AS Hari Ini 4 Februari 2026 Imbas Ketegangan AS-Iran

Berikut sentimen yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, (4/2/2026).

Diterbitkan 04 Februari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di level 16.776 pada penutupan perdagangan Rabu sore, (4/2/2026). Salah satu sentimen yang menekan rupiah terhadap dolar AS yakni ketegangan Amerika Serikat dan Iran.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 23 poin sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.776 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.754," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, setelah militer AS menembak jatuh drone Iran yang "secara agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. 

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah tinggi, dengan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan potensi serangan militer terhadap Republik Islam Iran.

Sementara itu, Iran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini berlangsung di Oman, bukan di Turki, dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir, yang memperumit upaya diplomatik yang sudah rumit. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran.

Data Manufaktur AS dan The Fed

Selain itu, data manufaktur AS yang telah memperkuat pandangan The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS mampu bersabar sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 48,5, sementara PMI Manufaktur Global S&P sedikit meningkat menjadi 52,4 dari 51,9.

Saat ini para pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah The Fed memutuskan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di bulan Januari dan penunjukan Warsh oleh Presiden Trump. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 66% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.

"Fokus pasar hari ini adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang dijadwalkan akan dirilis malam nanti pukul 20.15 WIB," ujarnya.

 

 

 

Faktor Internal

Pernyataan Bank Dunia yang menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau middle income-trap turut mempengaruhi pelemahan rupiah.

Menurut Bank Dunia, jika Indonesia tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya. Meskipun Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dan menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup baik. Pasalnya masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kualitas lingkungan usaha.

"Persoalan tersebut sangat krusial karena Indonesia, seperti negara lain pada tingkat pendapatan yang sama, harus beralih ke mesin pertumbuhan baru. Model pertumbuhan yang membawa Indonesia ke posisi saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk mendorong ekonomi menuju level pendapatan tinggi," pungkasnya.

 

Rupiah Loyo terhadap Dolar AS Hari Ini 4 Februari 2026, Investor Antisipasi Data Ekonomi AS

Sebelumnya, nilai tukar rupiah diprediksi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, (4/2/2026). Investor yang mengantisipasi deretan data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang akan dirilis mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Nilai tukar rupiah turun 9 poin atau 0,05% menjadi 16.763 per dolar AS dari sebelumnya 16.754 per dolar AS pada pembukaaan perdagangan Rabu, (4/2/2026).

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Investor cenderung sideline mengantisipasi serentetan data ekonomi penting AS beberapa hari ke depan dan data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025 Indonesia besok, Kamis, 5 Februari 2026,” ujar dia dikutip dari Antara, Rabu pekan ini.

Data Institute for Supply Management (ISM) AS jasa diperkirakan menurun dari 54,4 ke 53,5.

Adapun data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis pada Jumat, 6 Februari 2026 diprediksi menambahkan 68 ribu pekerjaan, lebih tinggi dari 50 ribu pada bulan sebelumnya.

 

Sentimen Rupiah

Mengutip Xinhua, Biro Statistik Tenaga Kerja AS telah mengumumkan laporan NFP bulan Januari 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Januari 2026, akan ditunda tanpa batas waktu seiring penutupan sebagian pemerintah AS yang sedang berlangsung. Penutupan, yang dimulai pada 31 Januari, berasal dari kebuntuan Kongres AS atas pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Selain itu, data PDB kuartal IV-2025 Indonesia diestimasi berada di angka 5 persen year-on-year (yoy), yang berarti tumbuh 1,43 persen.

“Sentimen domestik masih belum sepenuhnya pulih, terlebih sentimen di Asia diperkirakan akan risk off hari ini mengekori Wall Street, (yang mana terjadi) sell off saham tech (teknologi) di AS, (yang membuat) perusahaan tech Asia diperkirakan juga akan jatuh,” kata Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor itu, rupiah diprediksi bergerak di 16.700-16.850 per dolar AS

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6