Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh, AHY Datangi Purbaya

Pemerintah bakal terus hadir untuk menyelesaikan restrukturisasi utang dari proyek Kereta Cepat Whoosh.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambangi Kantor Kementerian Keuangan untuk bertemu dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satunya untuk membicarakan soal restrukturisasi utang dari proyek Kereta Cepat Whoosh.

AHY tidak ingin menampik bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh telah meninggalkan utang yang jadi sorotan masyarakat luas.

"Jadi bicara tentang restrukturisasi keuangan, kereta cepat ini juga menyisakan pembahasan. Kami ingin memastikan bahwa apa yang menjadi direktif dari bapak Presiden agar ini bisa diselesaikan dengan baik," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah bakal terus hadir untuk menyelesaikan perkara tersebut. Terlebih pemerintah punya rencana untuk memperpanjang proyek Kereta Cepat Whoosh, yang saat ini menyambungkan Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya.

"Karena tentu tidak berhenti di Bandung. Kita berharap pengembangan kereta cepat ini juga bisa hingga Surabaya bahkan," kata AHY.

Adapun rencana pengembangan Whoosh juga telah diutarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, RI 1 ingin proyek kereta cepat tidak hanya menghubungkan Jakarta-Surabaya saja.

 

Prabowo Ingin Tembus Banyuwangi

Prabowo memerintahkan agar proyek Kereta Cepat bisa tembus hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut dia, proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya merupakan masterplan masa lalu. Namun di masanya, ia ingin pengoperasiannya bisa menyentuh hingga ke titik paling timur Pulau Jawa.

"Insya Allah, Insya Allah. Enggak, saya minta tidak hanya (sampai) Surabaya, (tapi hingga ke) Banyuwangi. Surabaya itu jaman dulu, sekarang sampai Banyuwangi," ujar Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang pasca direnovasi beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Prabowo juga buka suara soal kegaduhan terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. Usai mempelajari itu, RI 1 mengaku tidak menemui masalah berarti soal utang Whoosh.

"Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah," tegas Prabowo.

"Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya. Indonesia bukan negara sembarang. Kita hitung, enggak ada masalah itu. Jadi PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir," pintanya.

 

 

Tanggung Jawab Langsung Presiden

Optimisme itu dibawanya lantaran sebagai Presiden Republik Indonesia Prabowo mengklaim masalah soal Whoosh kini jadi tanggung jawab ia sepenuhnya.

Prabowo lantas membandingkan Whoosh dengan transportasi publik lain di seluruh dunia. Menurutnya, pengoperasian transportasi publik tidak menghitung untung/rugi, tapi kebermanfaatan bagi masyarakat luas

"Whoosh itu, semua public transport di seluruh dunia, itu jangan dihitung untung-untung/rugi-rugi. Hitung manfaat enggak untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu. Itu namanya public service obligation (PSO)," dia menekankan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6