Cara Membuat Rak Hidroponik Bertingkat Modal di Bawah Rp 100 Ribu Dari Kayu dan Botol Plastik Bekas

Cara membuat rak hidroponik bertingkat modal di bawah Rp 100 ribu ini dapat menjadi solusi berkebun yang ramah kantong.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hidroponik kini menjadi salah satu metode berkebun yang semakin populer karena dianggap praktis, hemat lahan, dan bisa dilakukan di area rumah yang terbatas. Namun, dalam praktiknya, sistem hidroponik sering membutuhkan rak atau instalasi penyangga yang tidak selalu murah jika dibeli jadi di pasaran. Belajar cara membuat rak hidroponik bertingkat modal di bawah Rp 100.000 bisa menjadi alternatif pilihan yang lebih ramah kantong.

Rak bertingkat menjadi solusi sederhana untuk menata beberapa wadah tanaman dalam satu area secara vertikal sehingga lebih hemat tempat. Wadah tanam dapat dibuat dari botol plastik bekas, sementara rangkanya bisa dirakit menggunakan kayu bekas atau material lain yang mudah ditemukan di rumah. Sistem sumbu juga dapat digunakan karena mampu menyalurkan air nutrisi melalui kain tanpa memerlukan pompa, sehingga lebih sederhana dan cocok untuk pemula.

Dengan cara tersebut, biaya pembuatan dapat ditekan karena sebagian bahan tidak perlu dibeli. Berikut ini adalah cara membuat rak hidroponik bertingkat modal di bawah Rp 100 ribu yang dapat dicoba menggunakan bahan yang mudah ditemukan yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (9/8/2026).

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Model yang digunakan dalam panduan ini memakai botol plastik sebagai wadah tanaman dan rak kayu sederhana sebagai tempat menyusunnya. Sistem yang digunakan adalah sistem sumbu sehingga tidak membutuhkan pompa air. Metode seperti ini dapat dibuat dari botol bekas dengan kain flanel sebagai sumbu pengantar air nutrisi. Berikut adalah daftar bahan dan alat yang perlu disiapkan:

- 10-12 botol plastik bekas ukuran 1,5 liter — Rp 0 jika menggunakan botol bekas

- Kayu bekas atau papan sisa — Rp 0 jika tersedia di rumah, atau sekitar Rp 30.000–Rp 60.000 jika membeli kayu baru sederhana di toko bangunan

- Kain flanel atau kain bekas — sekitar Rp 5.000-Rp 10.000

- Nutrisi hidroponik AB Mix — sekitar Rp 15.000-Rp 25.000

- Rockwool atau spons bekas yang bersih — sekitar Rp 10.000-Rp 15.000

- Benih sayuran — sekitar Rp 5.000-Rp 10.000

- Tali atau kawat untuk mengikat botol — sekitar Rp 5.000

- Paku — sekitar Rp 5.000

- Cat atau pelapis kayu — tidak wajib, sekitar Rp 10.000-Rp 15.000

- Air bersih — menggunakan air yang tersedia di rumah

- Gunting atau cutter — menggunakan alat yang sudah ada

Jika kayu, botol, gunting, dan paku sudah tersedia, biaya yang perlu dikeluarkan dapat berada di kisaran Rp 40.000-Rp 70.000. Sisa dana dapat digunakan untuk membeli benih atau menambah kain sumbu.

Langkah 1: Tentukan Ukuran dan Bentuk Rak

Sebelum memotong bahan, tentukan tempat rak akan diletakkan. Ukur bagian lantai yang tersedia, lalu tentukan jumlah tingkat yang ingin dibuat. Untuk percobaan pertama, rak tiga tingkat sudah cukup. Setiap tingkat dapat digunakan untuk tiga sampai empat botol.

Gunakan dua papan panjang sebagai penyangga samping dan beberapa potongan kayu sebagai alas. Jarak antartingkat perlu disesuaikan dengan tinggi botol agar tanaman tidak terhalang tingkat di atasnya. Sisakan ruang untuk mengangkat botol ketika air nutrisi perlu ditambah.

Jika menggunakan kayu bekas, periksa bagian yang retak atau memiliki paku tersisa. Potong bagian tersebut sebelum rak dirakit. Rak tidak perlu dicat jika kayunya masih dapat digunakan. Yang penting, sambungan setiap bagian tidak mudah lepas ketika menahan botol berisi air.

Langkah 2: Rakit Rak Bertingkat

Susun dua papan sebagai sisi kiri dan kanan. Pasang potongan kayu secara mendatar untuk membuat alas pada setiap tingkat. Gunakan paku pada setiap titik pertemuan. Pastikan posisi alas tidak miring agar botol tidak mudah bergeser.

Buat tiga tingkat dengan jarak yang cukup untuk tanaman. Tingkat paling bawah dapat dibuat sedikit lebih tinggi dari lantai agar bagian bawah botol tidak langsung menyentuh permukaan. Posisi ini juga memberi ruang untuk mengambil botol ketika perlu membersihkan wadah.

Setelah semua bagian terpasang, letakkan beberapa botol kosong pada rak. Periksa apakah rak dapat menahan beban botol. Jika rak bergerak saat disentuh, tambahkan potongan kayu pada bagian belakang sebagai pengikat. Tahap ini penting sebelum rak diisi air dan tanaman.

Langkah 3: Siapkan Botol sebagai Wadah Hidroponik

Cuci botol plastik hingga tidak ada sisa minuman. Potong botol menjadi dua bagian. Bagian atas digunakan sebagai tempat media tanam, sedangkan bagian bawah digunakan untuk menampung air nutrisi. Cara ini merupakan bentuk sistem sumbu yang dapat dibuat tanpa pompa.

Buat satu lubang pada tutup botol menggunakan paku. Lubang tersebut digunakan untuk memasukkan kain flanel. Potong kain dengan panjang yang cukup sehingga satu bagian berada di media tanam dan bagian lainnya mencapai air pada wadah bawah.

Balik bagian atas botol, lalu masukkan ke bagian bawah. Pastikan ujung kain berada di dalam wadah air. Masukkan rockwool atau spons pada bagian atas sebagai tempat bibit. Bersihkan sisa plastik pada bagian potongan agar tidak mengganggu saat botol dirakit.

Langkah 4: Pasang Botol pada Rak

Letakkan botol pada setiap tingkat rak. Susun dengan jarak yang cukup agar daun tanaman tidak saling menutupi. Jika rak menggunakan papan datar, botol dapat diletakkan langsung di atasnya. Jika diperlukan, gunakan tali atau kawat untuk menahan botol.

Jangan mengisi air nutrisi sebelum seluruh botol berada pada posisi yang sudah ditentukan. Botol yang sudah berisi air memiliki beban lebih besar. Memindahkannya setelah terisi dapat membuat air tumpah atau membuat rak kehilangan keseimbangan.

Setelah botol tersusun, periksa kembali setiap sambungan rak. Pastikan bagian bawah botol tidak menggantung tanpa penyangga. Jika menggunakan botol dengan ukuran berbeda, letakkan botol yang lebih besar pada bagian bawah untuk membantu menjaga posisi rak.

Langkah 5: Masukkan Air Nutrisi dan Bibit

Isi bagian bawah botol dengan air sesuai kebutuhan. Campurkan nutrisi hidroponik mengikuti petunjuk pada kemasan. Hindari membuat campuran berdasarkan perkiraan sendiri karena kebutuhan nutrisi dapat berbeda menurut produk dan jenis tanaman.

Masukkan bibit yang sudah disemai ke media tanam. Kangkung, pakcoy, selada, dan bayam dapat digunakan untuk percobaan awal. Setelah bibit dipindahkan, pastikan kain sumbu menyentuh air nutrisi sehingga air dapat mencapai bagian media tanam.

Letakkan rak di tempat yang mendapat cahaya matahari. Periksa jumlah air secara berkala dan tambahkan larutan ketika volumenya berkurang. Bersihkan bagian botol yang mulai memiliki kotoran agar wadah tetap dapat digunakan untuk penanaman berikutnya.

Bahan Alternatif untuk Rak Hidroponik Murah di Rumah

Rak hidroponik tidak harus dibuat dari kayu baru. Banyak bahan rumah tangga dapat digunakan kembali sebagai wadah, penyangga, atau tempat menyusun tanaman. Pemanfaatan barang bekas juga dapat mengurangi jumlah bahan yang perlu dibeli sejak awal.

1. Botol Plastik Bekas

Botol air mineral dapat digunakan sebagai wadah hidroponik sistem sumbu. Potong menjadi dua bagian, pasang kain pada tutup, lalu gunakan bagian bawah sebagai tempat air nutrisi.

2. Jeriken Bekas

Jeriken bekas dapat digunakan sebagai wadah dengan membuat lubang pada bagian atasnya. Wadah ini dapat diletakkan pada rak atau disusun menggunakan penyangga dari kayu.

3. Ember Bekas

Ember yang sudah tidak digunakan dapat menjadi wadah air nutrisi. Tutupnya dapat diberi lubang untuk menempatkan netpot atau wadah tanam yang sudah tersedia.

4. Gelas Plastik Bekas

Gelas plastik dapat digunakan sebagai tempat media tanam. Buat beberapa lubang pada bagian bawah dan gunakan kain sebagai sumbu. Wadah kemudian dapat ditempatkan pada rak yang memiliki alas.

5. Papan Kayu Bekas

Papan sisa dapat digunakan sebagai alas dan sisi rak. Pastikan bagian yang digunakan tidak memiliki paku atau bagian yang dapat melukai tangan saat dirakit.

6. Bambu Bekas

Bambu dapat digunakan sebagai tiang rak. Potong sesuai ukuran tempat yang tersedia, lalu ikat dengan tali atau sambungkan menggunakan paku. Bambu juga dapat menjadi penyangga botol.

7. Kotak Plastik Bekas

Kotak plastik dapat digunakan untuk menampung air atau menyusun beberapa wadah tanaman. Pilih wadah yang tidak bocor dan bersihkan sebelum digunakan untuk hidroponik.

8. Pipa PVC Sisa

Potongan pipa PVC dapat digunakan sebagai wadah tanaman jika ukurannya memungkinkan. Lubangi bagian atas untuk tempat tanaman, kemudian susun pipa menggunakan penyangga dari kayu atau bambu.

9. Rak Barang Bekas

Rak yang sudah tidak digunakan dapat dialihkan untuk tempat botol hidroponik. Bersihkan rak, periksa sambungannya, lalu gunakan setiap tingkat untuk menyusun wadah tanaman.

10. Kain Bekas

Kain dari pakaian yang sudah tidak digunakan dapat dipotong menjadi sumbu. Pilih kain yang dapat menyerap air dan cuci terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai penghubung antara air dan media tanam.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Rak Hidroponik Bertingkat Modal di Bawah Rp 100 Ribu

1. Apakah membuat rak hidroponik bisa dengan modal di bawah Rp 100 ribu?

Bisa, terutama jika botol, kayu, alat potong, dan paku sudah tersedia di rumah. Biaya dapat digunakan untuk membeli nutrisi, benih, media tanam, kain sumbu, serta bahan lain yang belum tersedia.

2. Apa bahan paling murah untuk membuat rak hidroponik?

Kayu bekas, bambu, botol plastik, dan wadah plastik bekas dapat digunakan untuk mengurangi biaya. Botol plastik bahkan dapat digunakan sebagai wadah tanam tanpa membeli pot khusus.

3. Apakah hidroponik dari botol bekas membutuhkan pompa?

Tidak selalu. Sistem sumbu menggunakan kain untuk membawa air nutrisi dari wadah bawah menuju media tanam sehingga dapat digunakan tanpa pompa. Sistem ini sesuai untuk tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah terbatas.

4. Tanaman apa yang cocok untuk rak hidroponik bertingkat?

Kangkung, pakcoy, selada, bayam, dan beberapa sayuran daun dapat digunakan. Untuk tahap awal, pilih tanaman yang dapat tumbuh dalam wadah kecil sehingga rak tidak perlu menahan beban yang besar.

5. Berapa tingkat rak hidroponik yang bisa dibuat?

Tidak ada jumlah yang harus digunakan. Tiga tingkat dapat menjadi pilihan awal karena masih mudah dirakit dan dirawat. Jumlah tingkat dapat ditambah setelah rak mampu menahan beban dan ruang untuk tanaman masih tersedia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6