Seberapa Bahaya Membawa Power Bank ke Pesawat?

Telah ada banyak insiden mengenai penggunaan power bank juga perangkat lainnya dengan baterai litium-ion di pesawat. Simak selengkapnya.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 09:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah peristiwa dialami jurnalis teknologi, Ben Wodecki, saat terbang ke Las Vegas pada Juni 2025. Saat itu, ia melihat awak pesawat ketakutan sambari menuju ke bagian belakang pesawat, diikuti dengan asap dan kemunculan penumpang yang panik.

Peristiwa itu terjadi karena ada seorang penumpang menggunakan power bank selama penerbangan, dan perangkat tersebut mengalami panas berlebih hingga berujung terbakar bahkan kursi di dekatnya juga ikut terbakar.

Hal ini menggambarkan alasan di balik kenapa membawa perangkat bertenaga baterai, khususnya baterai litium-ion sangat dilarang dalam penerbangan. Demikian sebagaimana dilaporkan BBC, Minggu (9/8/2026).

Menurut Jonathan Nicholson dari Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris, baterai litium-ion dalam industri penerbangan, merupakan risiko paling besar selama beberapa tahun terakhir.

Sebuah studi terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan industri penerbangan seluruh dunia terdampak oleh insiden baterai litium-ion tiap minggunya dengan berbagai insiden.

Pada Januari 2025, pesawat Air Busan remuk saat berada di landasan Bandara Gimhae di Korea Selatan. Penyelidik menyimpulkan alasannya karena power bank yang tertinggal di penyimpanan bagasi kabin.

Peristiwa ini mendorong International Air Transport Association (IATA) meluncurkan kampanye global “Travel Smart with Lithium Batteries”.

Data dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA) menunjukkan peningkatan insiden yang terkonfirmasi sebesar 51 insiden hingga 15 Juli.

Pemicu Insiden

Pierre Kubiak, insinyur spesialis teknologi baterai di National Physical Laboratory menambahkan, bukan litium yang terbakar melainkan material dan plastik di dalamnya. Suhu perangkat bisa mencapai 700 hingga 1.000 derajat.

Bahaya baterai litium menjadi pusat perhatian publik setelah banyak insiden itu terjadi. Kubiak menyatakan hal ini disebabkan oleh desain yang cacat dan para produsen telah mengatasi masalah tersebut sejak saat itu.

Serangkaian insiden dipicu dari perangkat-perangkat elektronik murah berkualitas rendah seperti power bank, vape hingga jam tangan pintar. Terlebih, penggunaan kabel cas yang tidak sesuai beserta kecerobohan pengguna bisa menyebabkan risiko semakin parah.

Imbauan untuk Penumpang

Penting sekali untuk menaruh power bank atau perangkat dengan baterai litium lain di kabin agar awak pesawat dapat merespons dengan cepat, salah satunya dengan menyiramkan air untuk mendinginkan perangkat.

Hingga saat ini, belum ada alternatif pengganti baterai litium-ion lain versi lebih terjangkau. Meskipun terdapat baterai sodium-ion yang bisa menjadi alternatif, namun harganya masih dua kali lipat lebih menguras dompet.

Oleh karena itu, kunci utama terletak pada kesadaran penumpang untuk selalu menjaga penggunaan teknologi saat ini.