Pasar Kacamata Pintar Meroket Lebih dari 250 Persen, Siapa Penguasanya?

Pengiriman kacamata pintar (smart glasses) naik luar biasa pada paruh pertama 2026. Siapa yang menguasai pasar?

Diterbitkan 23 September 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kacamata pintar mungkin masih terasa sebagai kategori teknologi niche, namun penjualannya melaju jauh lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Dilaporkan Android Authority, Rabu (23/9/2026), pengiriman global kacamata berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) meningkat hingga 263% secara tahunan pada paruh pertama 2026.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research melalui 'Intelligent Eyewear Market Tracker' mengungkap pertumbuhan masif ini didorong oleh segmen kacamata pintar tanpa layar yang lebih terjangkau dan matang, seperti Ray-Ban Meta AI Glasses.

Volume pengiriman naik hingga 258% secara tahunan dan naik 22% dibandingkan semester kedua 2025.

Saat ini, Meta mendominasi segmen pasar dengan pangsa sebesar 94% dari total pengiriman kacamata AI tanpa layar pada semester pertama 2026.

Volume pengiriman produk Meta sendiri meningkat 260% secara tahunan, didorong kehadiran varian baru Ray-Ban, perluasan pasar ke lebih banyak negara, promosi ritel, serta kacamata berlabel Meta dengan harga lebih terjangkau.

Bagaimana dengan Kacamata AR?

Sementara itu, kacamata pintar layar AR masih mencakup porsi yang relatif kecil dari total pasar, namun angka pengirimannya tumbuh lebih cepat dari jenis kacamata tanpa layar.

Counterpoint mencatat pengiriman kacamata AR dan AI melonjak 449% dari tahun ke tahun, meskipun angka dasarnya masih tergolong kecil.

Produsen asal Tiongkok, Rokid, memimpin kategori ini dengan pangsa pasar 41%, disusul oleh Meta di posisi kedua dengan 37%.

Wilayah Tiongkok sendiri menyumbang 45% dari total pengiriman, didukung rantai pasok komponen lokal yang lebih mapan.

 

Tantangan yang Harus Dihadapi

Meskipun tumbuh pesat, industri ini berpotensi menghadapi sejumlah tantangan. Counterpoint menyoroti kenaikan biaya komponen dan meningkatnya kekhawatiran publik terkait isu privasi dan kamera tersembunyi sebagai hambatan utama dalam waktu dekat.

Contohnya, kendala teknis pada indikator perekaman kacamata Meta baru-baru ini, di mana pengguna menemukan celah untuk menutup lampu LED indikator setelah proses perekaman dimulai.

Counterpoint memperkirakan masalah-masalah tersebut akan menghambat pertumbuhan pasar kacamata AI. Ke depannya, industri diprediksi bakal merilis berbagai form factor baru demi menghindari masalah kamera, salah satunya kacamata AI berbasis audio tanpa kamera.

Sebuah laporan mengindikasi Meta sedang mempertimbangkan pengembangan kacamata tanpa kamera dan hanya mengandalkan mikrofon serta AI.