Mantan Pengacara Trump Jadi Jaksa Agung AS

Mantan pengacara pribadi Donald Trump, Todd Blanche, resmi menjabat Jaksa Agung AS.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington - Todd Blanche, mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akhirnya dikonfirmasi sebagai jaksa agung AS setelah melewati pemungutan suara tipis di Senat.

Dikutip dari BBC, Minggu (9/8/2026), Blanche menang dengan perolehan 50-49 suara dalam pemungutan suara yang berlangsung semalam. Dua senator Republik, Susan Collins dan Lisa Murkowski, bergabung dengan seluruh senator Demokrat untuk menolak pencalonannya.

Hasil tersebut mengakhiri kebuntuan panjang antara kubu Republik di Senat dan pemerintahan Trump terkait pencalonan Blanche. Ia sebelumnya telah menjalankan tugas sebagai jaksa agung sementara sejak April.

Posisi tersebut menjadikan Blanche sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di Amerika Serikat.

Dukungan Tipis di Tengah Keraguan Senator Republik

Salah satu suara yang paling menentukan datang dari Senator Republik Bill Cassidy. Keputusannya menjadi perhatian di Washington mengingat hubungan politiknya yang penuh perselisihan dengan Trump selama bertahun-tahun.

Sebelum memberikan suara penentu, Cassidy mengatakan dirinya menilai Blanche merupakan pilihan terbaik yang akan diajukan Trump.

“Ini bukan referendum terhadap Presiden Trump, ini adalah keputusan mengenai Mr Blanche, dalam keadaan yang sangat spesifik,” kata Cassidy pada Jumat. “Setelah mempertimbangkan semuanya, saya akan memilih Mr Blanche.”

Cassidy mengakui bahwa Trump tetap menjadi pihak yang menentukan arah Departemen Kehakiman. Namun, menurutnya, konfirmasi Senat akan memberikan Blanche “greater leverage to push for things that should be pushed for.”

Dukungan Cassidy menjadi sorotan karena pada proses pemakzulan kedua Trump pada 2021, ia merupakan salah satu senator Republik yang memilih menyatakan Trump bersalah terkait kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021.

Pemungutan suara tersebut tidak berhasil meloloskan pemakzulan. Setelah Trump kembali berkuasa, ia kemudian mendukung penantang Cassidy dalam pemilihan pendahuluan untuk kursi Senat Louisiana, yang pada akhirnya memaksa Cassidy menuju masa pensiun dari Senat.

 

Dua Senator Republik Menolak Blanche

Sementara itu, Collins dan Murkowski tetap menolak pencalonan Blanche karena sejumlah persoalan.

Beberapa senator Republik sebelumnya mempertanyakan penanganan Blanche terhadap dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein serta perannya dalam membentuk dana “anti-weaponisation” senilai US$ 1,8 miliar.

Dana tersebut awalnya direncanakan untuk memberikan kompensasi kepada orang-orang yang mengaku menjadi korban penganiayaan pemerintah. Namun, Murkowski dan para pengkritik lainnya khawatir dana tersebut justru diberikan kepada orang-orang yang diproses hukum karena terlibat dalam serangan ke Capitol pada 2021.

Setelah mendapat tekanan dari senator Republik selama sidang konfirmasi, Blanche akhirnya berjanji untuk membatalkan rencana dana tersebut.

Namun, masih belum jelas apakah komitmen itu memiliki kekuatan hukum yang mengikat atau apakah Trump nantinya dapat meyakinkan Blanche untuk menghidupkan kembali skema serupa dengan nama berbeda.

Murkowski pada Jumat menyatakan akan menolak Blanche karena kekhawatiran mengenai “politicisation” atau politisasi Departemen Kehakiman. Ia juga sebelumnya mengatakan tidak memiliki keyakinan bahwa Blanche mampu “check the worst impulses of this administration”.

Collins juga mempertanyakan peran Blanche dalam penyelesaian gugatan Trump senilai US$ 10 miliar terhadap Internal Revenue Service (IRS). Meski demikian, Collins mengatakan pada akhirnya ia mempercayai Blanche untuk memberikan nasihat hukum yang jujur kepada presiden.

Dari Pengacara Pribadi Trump ke Jaksa Agung

Blanche sebelumnya menjabat sebagai wakil jaksa agung sebelum mengambil alih kepemimpinan sementara Departemen Kehakiman pada April, setelah Pam Bondi diberhentikan.

Kini, setelah memperoleh konfirmasi Senat, Blanche resmi menduduki posisi tertinggi dalam penegakan hukum AS.

Setelah pemungutan suara, Blanche mengatakan dirinya “deeply honoured by the trust and confidence President Trump has placed in me”.

Pengangkatannya sekaligus menempatkan seorang mantan pengacara pribadi Trump di posisi strategis untuk menentukan arah Departemen Kehakiman Amerika Serikat.