Menjaga Raja Ampat, Melindungi Salah Satu Jantung Kehidupan Laut Dunia

Raja Ampat merupakan salah satu kawasan laut dengan kekayaan biodiversitas tertinggi di dunia.

Diterbitkan 23 September 2026, 09:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Raja Ampat menjadi fokus pembahasan dalam "Raja Selamanya Alliance Dinner" yang digelar International Union for Conservation of Nature (IUCN) bersama Earthbar di New York, 21 September 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan para diplomat, pemimpin konservasi, filantropis, serta organisasi internasional untuk memperkuat komitmen bersama menjaga Raja Ampat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (Dubes RI untuk AS) Indroyono Soesilo hadir dalam forum tersebut bersama Presiden IUCN Razan Khalifa Al Mubarak, filantropis Fran Mars dari keluarga Mars, Richard Schneider dari IUCN, CEO sekaligus Chairperson Global Environment Facility (GEF) Diego Mesa Puyo, serta CEO Conservation International Sebastian Troeng.

Dalam sambutannya, Indroyono menegaskan bahwa Raja Ampat tidak hanya memiliki arti strategis bagi Indonesia, tetapi juga bagi keberlanjutan ekosistem laut dunia.

"Menjaga Raja Ampat bukan semata-mata menjaga destinasi wisata Indonesia, tetapi menjaga salah satu jantung kehidupan laut dunia. Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa konservasi alam dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat," ujar Indroyono.

Raja Ampat UNESCO Global Geopark memiliki bentang kawasan sekitar 3,7 juta hektare yang mencakup laut, gugusan pulau, kawasan karst, hutan, serta bentang geologi yang memiliki nilai luar biasa.

Perairannya menjadi habitat bagi lebih dari 1.600 spesies ikan karang dan lebih dari 550 spesies terumbu karang. Kondisi tersebut menjadikan Raja Ampat salah satu pusat biodiversitas laut terkaya di planet ini.

Raja Ampat juga tidak ditempatkan semata sebagai tujuan wisata unggulan, tetapi sebagai amanah nasional sekaligus bagian dari kontribusi Indonesia terhadap upaya global menjaga lingkungan.

Pengakuan Raja Ampat sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023 dan Cagar Biosfer UNESCO semakin menegaskan pentingnya kawasan ini sebagai ruang yang mempertemukan pelestarian alam, kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen konservasi tersebut diperkuat melalui kebijakan nasional. Pemerintah Indonesia telah membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.

Satgas tersebut diarahkan untuk mengembangkan tata kelola, kemitraan, serta pembiayaan inovatif bagi taman nasional Indonesia agar pengelolaan konservasi semakin kuat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Saat ini, pemerintah menyiapkan 13 taman nasional sebagai proyek percontohan menuju pengelolaan konservasi kelas dunia, termasuk Taman Nasional Raja Ampat.

Dalam konteks tersebut, kerja sama Indonesia dengan IUCN, GEF, Conservation International, dunia filantropi, serta berbagai mitra internasional diarahkan agar konservasi tidak berhenti pada perlindungan satwa dan terumbu karang.

Konservasi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Raja Ampat, mulai dari pengembangan perikanan lestari, pariwisata yang bertanggung jawab, penciptaan lapangan kerja hijau, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Â