Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 7 Januari 2026, Melonjak Rp 34.000

Berikut daftar harga emas Antam Hari Ini 7 Januari 2026.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Antam hari ini menembus level Rp 2.549.000 per gram atau naik Rp 34.000. Sehari sebelumnya, harga emas Antam berada di harga Rp 2.515.000 per gram.

Selain itu, kenaikan harga emas tersebut turut mendongkrak harga pembelian kembali (buyback) yang kini berada di level Rp 2.405.000 per gram.

‎‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga emas Antam hari ini Rabu (7/1/2026):

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.324.500.
  • Harga emas 1 gram: Rp2.549.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp5.048.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp7.554.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp12.560.000.
  •  Harga emas 10 gram: Rp25.040.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp62.435.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp124.705.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp249.260.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp622.840.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp1.245.400.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.489.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. ‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

 

Harga Emas Siap-Siap Cetak Rekor Termahal Lagi

Sebelumnya, harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari Selasa (Rabu waktu Jakarta), didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Bank Sentra AS, Federal Reserve (The Fed)

Dikutip dari CNBC, Rabu (7/1/2026), harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD 4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya, sehingga harga mendekati rekor tertinggi USD 4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1% lebih tinggi pada USD 4.496,10.

“Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan dibandingkan para pedagang saham dan obligasi saat ini,” kata Analis Senior di Kitco Metals. Dia menambahkan bahwa serangan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan berkelanjutan untuk emas dan perak sebagai aset safe-haven.

Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Senin menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan lalu.

Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan 60.000 pekerjaan pada bulan Desember, sedikit penurunan dari 64.000 pada bulan sebelumnya.

Menurut data LSEG, para pedagang memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini.

 

Perubahan Suku Bunga AS

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus “disesuaikan dengan cermat” untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD 4.800 pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana pasar uang.

Harga perak spot, yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka USD 83,62 pada 29 Desember, naik 5,4% menjadi USD 80,68 per ons. Perak mencatat kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, melonjak 147% karena meningkatnya minat industri dan investor.

Harga platinum spot naik 7,2% menjadi USD 2.435,20 per ons, sementara paladium diperdagangkan 5,9% lebih tinggi pada USD 1.821,68 per ons

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6