Pelni Siapkan 639 Ribu Tiket untuk Natal dan Tahun Baru, Operasikan 55 Kapal di 304 Pelabuhan

Pelni menyiapkan 639 ribu tiket untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, naik 16 persen dari tahun lalu.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelni menyiapkan layanan angkutan laut yang lebih besar pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menyampaikan bahwa perusahaan menyediakan 639.635 tiket untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut selama libur akhir tahun tersebut. Jumlah ini naik 16 persen dibanding realisasi penjualan tiket periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 551.485 lembar.

“Tiket yang kami siapkan untuk masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru ini sebanyak 639.635 tiket,” ujar Anda dalam Konferensi Pers Angkutan Nataru Pelni di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (10/12/2025).

Pelni menetapkan masa angkutan Nataru mulai 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, atau H-14 sampai H+14. Untuk mendukung operasional, perusahaan mengerahkan 55 kapal, terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis, yang melayani total 304 pelabuhan.

Secara keseluruhan, Pelni menyiapkan 56.069 seat untuk setiap satu kali keberangkatan dari seluruh kapal tersebut. Seluruh armada juga dipastikan beroperasi tanpa docking karena jadwal perawatan telah dipercepat sebelum peak season, sehingga kapal dapat melayani lonjakan mobilitas masyarakat sepanjang libur Natal dan Tahun Baru.

 

Ramp Check

Pelni juga memastikan seluruh kapal telah menjalani ramp check dan memperoleh persetujuan laik laut dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama periode puncak perjalanan.

Dalam hal ketersediaan bahan bakar, Pelni bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memastikan suplai BBM kapal tetap aman. Tahun ini, disiapkan sekitar 21.000 kiloliter BBM di delapan titik suplai utama, termasuk Jakarta, Surabaya, Makassar, Bitung, Ambon, Kupang, Jayapura, dan Sorong.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, Pelni juga menggelar workshop keselamatan kapal di sejumlah armada untuk meningkatkan kesadaran awak terhadap pentingnya keselamatan pelayaran. “Hal ini kami lakukan sebagai penguatan dari awareness terhadap safety pelayaran,” tegas Anda.

 

Penyesuaian Rute

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di rute tertentu, Pelni juga melakukan penyesuaian rute dan jadwal kapal melalui skema re-routing. Langkah ini dilakukan agar waktu kedatangan kapal sesuai kebutuhan daerah yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Pelni bahkan mengajukan dispensasi kapasitas penumpang kepada Kementerian Perhubungan, mengingat keterbatasan armada penumpang jarak jauh yang tersedia pada musim puncak ini. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Melalui docking awal, ramp check, workshop keselamatan, serta pengawasan berlapis selama operasi Nataru, Pelni memastikan layanan transportasi laut tetap aman, nyaman, dan terkendali bagi seluruh penumpang.

Jika Anda ingin dibuatkan versi yang lebih pendek untuk breaking news atau format infografik, saya bisa siapkan juga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6