Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mencatat ada lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Aceh yang terdampak banjir bandang. Empat tower sutet di antaranya roboh dan satu lainnya rusak.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan lima tower terdampak itu ada di wilayah Kabupaten Bireueun, Aceh. PLN bergerak cepat untuk membangun lima tower emergency dengan mengerahkan tim gabungan dari Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
"Kami memohon dukungan dan doa agar pekerjaan teknis di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga pasokan listrik di Aceh dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Lukman, dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (27/11/2025).
Advertisement
Adapun, sejumlah material pendukung juga telah dimobilisasi dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan. PLN akan menyampaikan perkembangan pemulihan secara berkala melalui saluran informasi resmi PLN.
Pelanggan yang membutuhkan informasi dapat memanfaatkan layanan 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. “Dengan kerja keras dan doa masyarakat, PLN optimistis pasokan listrik di Aceh akan segera kembali andal,” kata Lukman.
Rusaknya lima tower SUTT ini mengganggu pasokan listrik di beberapa wilayah. Di antaranya, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil terganggu.
Banjir Bandang Sumut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5057608/original/085918800_1734597170-WhatsApp_Image_2024-12-19_at_14.07.11.jpeg)
Wilayah Sumatera Utara (Sumut) dilanda serangkaian bencana hidrometeorologi dengan intensitas tinggi selama 3 hari, terhitung sejak 24 hingga 26 November 2025.
Data rekapitulasi yang dikeluarkan Polda Sumut mencatat total 86 kejadian bencana hidrometeorologi di 11 kabupaten/kota, yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan pengerahan ratusan personel kepolisian untuk penanganan darurat.
Bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor dengan 59 kejadian, diikuti banjir 21 kejadian, pohon tumbang 4 kejadian, dan puting beliung 2 kejadian.
24 Orang Meninggal Dunia
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan data tersebut, dan menyampaikan duka cita mendalam atas korban yang berjatuhan.
"Bencana alam ini diakibatkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di beberapa hari terakhir. Secara keseluruhan, kami mencatat ada 72 korban dalam rentang waktu tersebut, di mana 24 orang meninggal dunia, 37 luka ringan, 6 luka berat, dan masih ada 5 orang dalam pencarian," kata Ferry.
Advertisement
Wilayah Terdampak Paling Parah
Diketahui, 11 kabupaten/kota yang terdampak meliputi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Nias Selatan (Nisel), Pakpak Bharat, Serdang Bedagai (Sergai), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Nias, Tapanuli Selatan (Tapsel), Humbahas, Kota Padang Sidempuan, dan Kota Sibolga.
Kabid Humas merinci, wilayah yang mencatat jumlah korban meninggal dunia paling banyak berada di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) 20 kejadian bencana dan 49 korban, termasuk 12 meninggal dunia dan 34 luka ringan.
Kemudian, Polres Sibolga 6 kejadian bencana (longsor) dan 12 korban, termasuk 5 meninggal dunia dan 4 orang masih dalam pencarian. Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) 14 kejadian bencana dan 5 korban, termasuk 4 meninggal dunia.
"Meskipun cuaca secara keseluruhan masih hujan dengan intensitas tinggi, personel di lapangan terus bekerja keras. Saat ini, debit air di lokasi banjir masih mencapai ketinggian sekitar 1 meter di beberapa titik," katanya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425104/original/062704000_1764213421-PLN.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4429973/original/076018700_1684229568-26562b3b-bde9-43f5-b1c3-3c57930772fd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316015/original/054006600_1785908189-IMG_2697.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4903824/original/008572000_1722223778-PLN_Persero_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4126600/original/014960200_1660711180-WhatsApp_Image_2022-08-17_at_10.28.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313844/original/069658900_1785715249-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_06.59.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076614/original/005073700_1735891853-WhatsApp_Image_2025-01-03_at_13.23.46_7350d5d3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313839/original/027677700_1785712085-pemadaman_listrik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302964/original/031932300_1784615073-15344223892694501281.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312384/original/048322200_1785489440-941243.jpg)