Trump Bakal Umumkan Kesepakatan Dagang Baru AS, Inggris, India hingga Jepang

Penasihat perdagangan utama Trump, yakni Peter Navarro, sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa ia menduga Inggris akan menjadi negara pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS.

Diterbitkan 08 Mei 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan akan mengeluarkan pengumuman kerja sama perdagangan pada Kamis (8/5) waktu setempat.

Namun, Trump tidak menyebut secara spefisik negara yang dimaksud untuk menetapkan kemitraan dagang baru, tetapi pemerintahannya telah mengisyaratkan bahwa AS sedang dalam negosiasi aktif dengan India, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.

"Konferensi Pers Besar besok pagi pukul 10:00, Ruang Oval, mengenai Kesepakatan Perdagangan Besar dengan perwakilan negara besar dan sangat dihormati. Yang pertama dari banyak yang lain !!!,” tulis Trump di platform media sosial mililnya Truth Social, dikutip dari CNN, Kamis (8/5/2025).

Penasihat perdagangan utama Trump, yakni Peter Navarro, sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa ia menduga Inggris akan menjadi negara pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS.

"Saya tidak tahu apakah Inggris terlebih dahulu atau India terlebih dahulu, ini ada sedikit perubahan dalam kisah India ini, jadi itu mungkin memperlambat segalanya, tetapi saya dapat meyakinkan rakyat Amerika bahwa akan ada kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang sangat bagus bagi rakyat Amerika," uja Navarro.

Adapun laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa kesepakatan perdagangan AS-Inggris akan ditandatangani pekan ini dan dapat membebaskan Amerika Serikat dari beberapa hambatan perdagangan non-tarif, termasuk pajak layanan digital Inggris sebesar 2%

Pihak AS juga dilaporkan akan meringankan beban tarif pada Inggris, membebaskan negara tersebut dari tarif 25% untuk aluminium, baja, dan mobil.

Selama berminggu-minggu, pejabat Trump mengatakan bahwa mereka berbicara dengan lebih dari selusin negara dan hampir mencapai kesepakatan, tetapi belum ada yang diumumkan sejauh ini.

 

Donald Trump Isyaratkan Akan Turunkan Tarif Impor China

Diwartakan sebelumnya, Trump mengisyaratkan kemungkinan akan menurunkan tarif bea masuk terhadap China di masa mendatang. Dalam wawancara dengan Kristen Welker di program Meet the Press NBC, Trump menyatakan bahwa tarif yang terlalu tinggi telah menyebabkan stagnasi perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

“Saat ini, tarifnya sangat tinggi. Suatu saat saya akan menurunkannya, karena kalau tidak, kita tidak akan pernah bisa berbisnis dengan mereka,” ujar Trump, seperti dilansir Bloomberg pada Senin (5/5/2025).

Trump menekankan bahwa China sangat ingin kembali menjalin hubungan dagang dengan AS. Trump sebelumnya memberlakukan tarif bea masuk hingga 145% terhadap produk impor asal China, sebagai bagian dari kebijakan proteksionisnya. Sebagai balasan, Beijing menerapkan tarif hingga 125% terhadap barang-barang asal AS.

 

Tekanan Ekonomi Dorong Isyarat Damai

Trump juga menyoroti kondisi ekonomi China yang tengah mengalami tekanan serius. Ia merujuk pada laporan PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur resmi yang menunjukkan penurunan aktivitas pabrik ke level terendah sejak 2023.

Selain itu, pesanan ekspor baru dari China tercatat jatuh ke titik terendah sejak Desember 2022, menunjukkan tekanan ekonomi yang signifikan.

“China saat ini dalam kesulitan ekonomi. Mereka ingin berbisnis, dan saya melihat beberapa pernyataan mereka akhir-akhir ini cukup positif,” kata Trump.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6