Pertolongan Pertama Ketika Anda Tersedak

Tersedak bisa fatal. Pahami perbedaan pertolongan pertama untuk bayi, anak, dewasa, dan ibu hamil.

Diterbitkan 22 September 2026, 19:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua kasus anak meninggal dunia akibat tersedak terjadi dalam waktu berdekatan. Seorang siswi kelas 1 SD di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal setelah tersedak bakso saat makan sambil bermain pada Kamis (17/9/2026). Beberapa hari kemudian, seorang siswa kelas 3 SD di Lampung Tengah meninggal setelah tersedak biji kelengkeng saat berada di lingkungan sekolah, Selasa (22/9/2026).

Tersedak merupakan kondisi yang sangat serius dan berpotensi fatal. Kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat ketika benda asing menyumbat jalan napas dan menghambat aliran udara ke paru-paru.

Karena itu, mengenali tanda-tanda tersedak dan mengetahui langkah pertolongan pertama sangatlah penting agar dapat segera bertindak ketika kondisi tersebut terjadi.

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika seseorang tersedak?

Dr. dr. Ngabila Salama, MKM, praktisi kesehatan masyarakat, mengatakan langkah pertolongan pertama perlu disesuaikan dengan tingkat sumbatan yang dialami korban. Jika korban masih dapat batuk atau berbicara, ia menyarankan agar korban dibiarkan batuk sekuatnya untuk membantu mengeluarkan benda yang menyumbat saluran napas.

“Jika korban masih bisa batuk atau berbicara, biarkan korban batuk sekuatnya dan jangan memasukkan jari ke dalam mulut secara membabi buta karena dapat mendorong benda semakin dalam,” kata Ngabila.

Sebaliknya, apabila korban tidak dapat berbicara, batuk, atau bernapas, kondisi tersebut menunjukkan sumbatan jalan napas yang berat dan membutuhkan pertolongan segera. Pada orang dewasa dan anak berusia di atas satu tahun, pertolongan dapat dilakukan dengan memberikan lima tepukan punggung (back blows) dan lima dorongan perut (abdominal thrusts/Heimlich) secara bergantian hingga benda yang menyumbat keluar atau korban kehilangan kesadaran.

“Yang paling penting jangan panik, jangan memberikan minum atau makanan, dan jangan mencoba mengambil benda dengan jari jika tidak terlihat,” ujar Ngabila.

Ia menambahkan, penanganan tersedak pada bayi berusia di bawah satu tahun berbeda dengan orang dewasa dan anak yang lebih besar. Pada bayi, pertolongan dilakukan dengan lima tepukan punggung dan lima dorongan dada secara bergantian.

Sementara itu, ibu hamil juga memerlukan teknik pertolongan yang berbeda sehingga tidak menggunakan dorongan perut seperti pada orang dewasa.

Korban Tak Sadarkan Diri

Jika korban kemudian tidak sadarkan diri, pertolongan perlu dilanjutkan dengan resusitasi jantung paru (CPR) sambil meminta bantuan layanan kegawatdaruratan.

Menurut Ngabila, kemampuan mengenali tanda-tanda sumbatan berat dan memberikan pertolongan dengan teknik yang sesuai usia menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi tersedak.

“Prinsip terpenting, kenali sumbatan berat, bertindak cepat, dan gunakan teknik sesuai usia,” katanya.

Selain mengetahui pertolongan pertama, pencegahan juga penting, terutama pada anak-anak. Orang tua maupun pendamping perlu memperhatikan makanan yang diberikan, termasuk ukuran, bentuk, dan teksturnya. Anak juga sebaiknya makan dalam posisi duduk dan tidak sambil berlari atau bermain.

Pengawasan menjadi semakin penting ketika anak mengonsumsi makanan yang berisiko menyebabkan tersedak. WHO merekomendasikan agar makanan untuk anak disiapkan dengan memperhatikan bentuk dan teksturnya untuk mengurangi risiko tersedak.

Dua kejadian yang terjadi di Batang dan Lampung Tengah menjadi pengingat bahwa situasi yang tampak sederhana saat makan dapat berkembang menjadi kondisi darurat dalam waktu singkat. Dengan mengenali tanda tersedak, mengetahui pertolongan pertama yang tepat, serta menerapkan kebiasaan makan yang aman, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6