Liputan6.com, Riyadh - Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan belum memiliki rencana yang jelas untuk menghadapi Houthi setelah kelompok itu menguasai sebuah pulau strategis di Laut Merah.
Sejumlah sumber mengatakan kepada CNN pada Minggu (20/9/2026) bahwa AS sebenarnya telah meningkatkan dukungan intelijen dan memberikan data sasaran kepada Arab Saudi. Namun, dukungan tersebut belum cukup membantu pasukan Arab Saudi memukul mundur Houthi.
Sejumlah pejabat AS yang berbicara kepada CNN dengan syarat anonim mengatakan laporan intelijen selama berbulan-bulan telah menunjukkan bahwa Houthi akan berusaha menutup jalur perairan penting lain bagi pelayaran komersial, seperti yang dilakukan Iran pada awal tahun ini.
Advertisement
Arab Saudi selama satu dekade terakhir juga berulang kali meyakinkan bahwa mereka telah memberikan pelatihan yang memadai kepada pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh untuk menghadapi Houthi. Namun, menurut dua pejabat AS, Washington tetap menilai Arab Saudi belum mampu memukul mundur kelompok tersebut.
Laporan CNN itu muncul setelah Presiden Donald Trump secara mengejutkan mempersingkat kegiatannya di Camp David dan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu (19/9).
Pemerintah AS tidak memberikan penjelasan resmi mengenai perubahan jadwal tersebut. Kepulangan Trump bisa saja berkaitan dengan prakiraan hujan dan badai petir di wilayah pedesaan Maryland. Namun, perubahan jadwal itu terjadi bersamaan dengan eskalasi militer besar terhadap Arab Saudi.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman melaporkan pada Sabtu bahwa kelompok yang didukung Iran tersebut menembakkan rudal balistik ke Riyadh pada waktu fajar.
Menurut laporan media setempat, otoritas Arab Saudi kemudian mengeluarkan peringatan pada pagi hari dan meminta warga tetap berlindung di dalam ruangan. Peringatan semacam itu disebut belum pernah dilakukan sebelumnya.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk memadamkan api di sebuah depot bahan bakar dekat bandara internasional di Riyadh. Sebuah truk tangki berlogo Aramco dilaporkan terbakar di lokasi tersebut.
Â
Keterbatasan Pertahanan Arab Saudi Terungkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351574/original/086602900_1789702605-Untitled.jpg)
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengonfirmasi bahwa rudal tersebut berhasil dicegat di atas Riyadh. Ia mengatakan sistem pertahanan udara juga menggagalkan serangan terpisah yang menyasar Taif, Baish, Farasan, dan kota pesisir Yanbu sebelum mencapai sasaran.
Juru bicara Houthi Yahya Saree mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia mengatakan serangan itu merupakan balasan atas apa yang disebutnya sebagai upaya kriminal musuh Arab Saudi untuk menargetkan ibu kota Sanaa.
Kementerian Luar Negeri AS dan sejumlah Kedutaan Besar AS di kawasan juga mengeluarkan peringatan keamanan mendesak bagi warga AS. Dalam peringatan tersebut, mereka menyinggung "potensi eskalasi yang tidak terduga" serta menyebut "Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk terhadap bandara sipil".
Menurut sejumlah laporan, rangkaian serangan pada akhir pekan itu merupakan bagian dari operasi Houthi yang lebih luas dan semakin gencar untuk menguasai seluruh garis pantai Laut Merah di Yaman serta Selat Bab al-Mandeb yang strategis.
Serangan tersebut sekaligus memperlihatkan keterbatasan kemampuan militer Arab Saudi, yang dilaporkan mulai mengalami kekurangan serius rudal pencegat yang dibutuhkan untuk melindungi infrastruktur di dalam negeri.
Arab Saudi pun disebut telah meminta bantuan pertahanan udara secara mendesak kepada Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir.
Â
Advertisement
Permintaan Arab Saudi Belum Banyak Membuahkan Hasil
Pakta pertahanan yang baru-baru ini ditandatangani Arab Saudi dengan Turki dan Pakistan sejauh ini belum menghasilkan banyak tindakan langsung.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengecam serangan tersebut dan menawarkan bantuan berdasarkan pakta trilateral. Namun, ia juga mengatakan Arab Saudi harus tetap berada di luar konflik yang lebih luas antara Iran dan AS.
Pakistan sendiri menyatakan baru akan bertindak ketika waktunya tiba.
Meski situasi terus memburuk, Washington sejauh ini tidak menunjukkan keinginan untuk terjun langsung ke dalam konflik.
Pemerintahan Trump telah memberi sinyal bahwa AS tidak akan terlibat langsung dalam serangan militer terhadap Houthi. Keterlibatan Washington dibatasi pada berbagi intelijen dan menyediakan data untuk menentukan sasaran.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri AS baru-baru ini menyetujui penjualan jet tempur F-35 senilai US$ 24,3 miliar kepada Arab Saudi untuk "menangkal ancaman saat ini dan di masa depan".
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan dua kali berbicara dengan Trump pada pekan lalu untuk meminta AS melancarkan serangan militer terhadap Houthi. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Trump sendiri secara terbuka telah menyampaikan keinginannya untuk tidak membawa pasukan AS masuk ke dalam konflik tersebut.
"Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin berperang dengan kami... Hanya ada satu negara yang tidak terlalu mereka sukai dan kami akan menyelesaikannya," kata Trump kepada wartawan baru-baru ini.
Sikap ASÂ yang memilih tidak terlibat langsung tersebut telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan negara-negara mitra AS di kawasan Teluk. Mereka memandang ofensif Houthi sebagai front baru yang berbahaya dalam konflik regional yang lebih luas.
Kemajuan Houthi disebut semakin memperparah krisis energi global dan memaksa Arab Saudi mengurangi ekspor minyak. Kondisi itu membuat Arab Saudi menghadapi situasi yang semakin sulit.
Di saat yang sama, AS dilaporkan tengah memantapkan kesepakatan gencatan senjata terpisah dengan Houthi melalui perundingan di Oman. Situasi tersebut membuat Arab Saudi harus menghadapi konflik yang semakin meluas dengan sebagian besar mengandalkan kekuatannya sendiri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354582/original/028931500_1790055624-cek_bansos_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346574/original/077949100_1789182048-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409489/original/060477900_1479453069-Arab_Saudi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348307/original/003611100_1789431732-AP26256645701245.jpg)