Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak kembali berada di bawah US$ 100 per barel pada perdagangan Senin. Harga minyak turun tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang diplomasi dengan Iran dan untuk sementara tidak melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Mengutip CNBC, Selasa (22/9/2026), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,5% menjadi US$ 95,78 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent yang menjadi patokan global turun 3,4% ke US$ 100,34 per barel. Brent bahkan sempat menyentuh level terendah US$ 98,98 per barel dalam perdagangan tersebut.
Penurunan harga minyak itu memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Pasar menilai gangguan akibat penutupan jaringan pipa East-West milik Arab Saudi tidak separah perkiraan sebelumnya.
Advertisement
Harga minyak sebelumnya sempat melonjak setelah jaringan pipa tersebut mengalami gangguan.
Di tengah tekanan harga minyak, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya kemungkinan terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.
Pasokan Minyak Timur Tengah Masih Bertahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
Pejabat pemerintahan Trump juga mengatakan kepada The New York Times bahwa Presiden AS untuk sementara memutuskan tidak menyerang milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran. Keputusan itu diambil meski terdapat permintaan dari Arab Saudi.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pasar karena berhubungan langsung dengan risiko pasokan minyak global.
Analis JPMorgan mengatakan ekspor minyak dari Timur Tengah masih menunjukkan ketahanan meski Arab Saudi menutup jaringan pipa East-West setelah serangkaian serangan.
Dalam catatan 18 September, JPMorgan menyebut total aliran minyak rata-rata mencapai 17 juta barel per hari dalam 10 hari terakhir. Angka tersebut sekitar 6 juta barel per hari di bawah rata-rata 2025.
Direktur Strategi Komoditas TD Securities Ryan McKay mengatakan ekspor minyak melalui Selat Hormuz juga terus meningkat. Aliran minyak dari kawasan Timur Tengah kini mencapai sekitar 80% dari level sebelum perang.
“Ini menunjukkan bahwa tanpa eskalasi besar, Iran mungkin telah kehilangan pengaruh yang cukup besar di Selat Hormuz,” kata McKay dalam catatan Senin.
Meski demikian, risiko terhadap harga minyak belum sepenuhnya hilang karena situasi keamanan di kawasan masih sangat fluktuatif.
Advertisement
Risiko Geopolitik Masih Bayangi Harga Minyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Kelompok Houthi pada Sabtu menargetkan Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, serta kota pelabuhan Yanbu yang menjadi salah satu terminal penting ekspor minyak di Laut Merah.
Militer Arab Saudi mengatakan berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan ke Riyadh. Sistem pertahanan udara Saudi juga disebut berhasil menggagalkan serangan terhadap Yanbu.
Sementara itu, setidaknya dua kapal tanker dilaporkan diserang saat melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Informasi tersebut berdasarkan laporan insiden dari United Kingdom Maritime Trade Operations Centre.
Situasi ini menjadi faktor yang masih membayangi harga minyak dunia. Pasar tetap mencermati kemungkinan gangguan pasokan apabila konflik di Timur Tengah kembali meningkat.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya berada dalam “mode menentukan keputusan” dan “hal-hal yang sangat besar” akan segera terjadi terkait perang dengan Iran.
Menurut Fox, Trump menggambarkan pilihannya sebagai “menghancurkan Iran, membiarkan mereka membusuk secara ekonomi, atau membuat kesepakatan”.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan akan memperluas “geografi konflik” jika AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran, Tasnim.
Dengan kondisi tersebut, arah harga minyak masih akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik dan jalur diplomasi AS-Iran.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769936/original/006475700_1710237097-bank_papua_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4922913/original/081787900_1724128219-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5830572/original/060125200_1778733022-WhatsApp_Image_2026-05-14_at_11.30.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346696/original/041602600_1789193559-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475946/original/075299000_1768703092-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1713064/original/078926100_1505705127-ap_united_nations_head_quarters_file.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351176/original/012011400_1789643369-Untitled.jpg)