Sukses

BPS Catat Indeks Harga Grosir Turun 0,1 Persen di Mei 2020

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun sebesar 0,10 persen terhadap April 2020. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,95 persen.

"Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,61 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 0,86 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto melalui diskusi online, Jakarta, Selasa (2/6).

Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Mei 2020 antara lain telur ayam ras, kelapa sawit, bawang putih, bawang bombay, cabai merah, gula pasir, minyak goreng, dan beras.

Sementara itu, BPS juga mencatat IHPB bahan bangunan atau konstruksi pada Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi karena adanya lonjakan harga pada berbagai kebutuhan bangunan.

"Antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas paku, mur, dan sejenisnya, semen, minyak pelumas, kawat dan sejenisnya, serta cat dan sejenisnya," jelas Suhariyanto.

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Naik Tipis, Inflasi Mei 2020 Sebesar 0,07 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi bulan Mei 2020 sebesar 0,07 persen, angka ini lebih rendah dari inflasi bulan April 2020 yang sebesar 0,08 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada bulan Mei 2020, inflasi tahun kalender tercatat 0,90 persen dan inflasi tahun ke tahun tercatat 2,19 persen.

"BPS memantau di 90 kota pada Mei 2020, secara umum menunjukkan kenaikan tipis sekali sebesar 0,07 persen," ujar Suhariyanto saat mengumumkan angka inflasi di kantornya, Selasa (2/6/2020).

Lanjut Suhariyanto, dari 90 kota yang menjadi objek penilaian Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi.

Untuk inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 1,2 persen, disebabkan oleh kenaikan harga daging ayam ras, ikan dan bawang merah. Untuk inflasi terendah terjadi di Tanjungpinang, Bogor dan Madiun sebesar 0,01 persen.

Sementara untuk deflasi tertinggi tercatat di Luwuk yaitu -0,39 persen dan deflasi terendah di Manado sebesar -0,01 persen.