Liputan6.com, Jakarta - Menteri perdagangan Agus Suparmanto meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menentukan sikap menghadapi ramainya pemberitaan terkait virus corona ke Indonesia.
"Terkait konfirmasi kasus pertama pasien virus corona di Indonesia yang telah menyebabkan panic buying di sebagian masyarakat, saya tegaskan kembali bahwa masyarakat berhati-hati dalam mengambil sikap," kata Agus dalam konferensi pers, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Advertisement
Dia mencontohkan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi virus corona memicu masyarakat berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok (sembako) ke supermarket.
Kendati begitu, Menteri Agus menegaskan kepada masyarakat agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan. "Dalam hal belanja, belanjalah sesuai dengan kebutuhan, pemerintah juga memastikan bahan pokok aman terlepas dar adanya virus corona," ujarnya.
Â
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Tak Larang Ekspor Masker
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3067692/original/064713300_1583302582-20200304-Penimbun-Masker-Ditangkap-di-Semarang-2.jpg)
Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah tidak ada larangan ekspor masker. Hal ini sejalan dengan rapat kerja Kementerian Perdagangan yang dimulai 4-5 Maret 2020, yang di dalamnya membahas terkait kemudahan dalam mengurus dokumen ekspor dan impor.
"Arahan Bapak Presiden saat membuka Raker Kemendag 2020 yaitu kita diharapkan jangan kerja rutinitas atau normal karena keadaan saat ini tidak biasa, harus ada terobosan-terobosan. Raker ini juga difokuskan pada penyelesaian ekspor yang masih terganggu," ujarnya.
Nantinya, ia berharap untuk ke depannya tidak ada aktivitas ekspor dan impor yang terganggu, akibat susahnya prosedur untuk mengurus hal itu. Supaya bisa mempercepat ekspor.
"Tidak hanya ekspor yang harus kita lihat, impor harus kita percepat, prosedur yang berbelit-belit harus dipangkas," pungkasnya.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039817/original/048127800_1580719764-20200203-Mendag-Mentan-Sidak-Pasar-Senen-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)