Sukses

Transaksi Harbolnas Diprediksi Capai Rp 8 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia Ignatius Untung resmi meluncurkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Nilai transaksi Harbolnas yang akan digelar selama dua hari pada 11-12 Desember ini ditargetkan akan naik menjadi Rp 8 triliun.

Ignatius Untung mengatakan, target Rp 8 triliun tersebut meningkat dari nilai transaksi Harbolnas di tahun sebelumnya yang sekitar Rp 6,8 triliun.

Dia pun optimis target tahun ini bisa tercapai lantaran adanya partner baru sebagai fasilitator pembayaran, yakni LinkAja.

"Target tahun ini Rp 8 triliun, optimis tercapai karena ada partner baru. Tahun ini kita gandeng 1 partner baru. Kita gandeng LinkAja juga. Enggak harus yang transaksinya online, bisa offline juga, tapi pembayaran online," ujar dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Menurut laporannya, Harbolnas 2019 mulanya diminati oleh 300 pelaku usaha online yang mendaftar. Namun hanya 235 peserta yang kemudian lulus seleksi.

 

2 dari 4 halaman

Produk Lokal

Sementara itu, Mendag Agus Suparmanto berharap produk lokal dapat menduduki posisi yang sangat bergengsi di hati para penyuka belanja saat perayaan Harbolnas 2019.

"Kami harap acara ini dapat memberi manfaat bagi seluruh stakeholder e-commerce, khususnya UMKM dalam meningkatkan skala usaha dan memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produknya lebih efisien dengan jangkauan global," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Jelang Harbolnas, Mendag Serukan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan membeli produk dalam negeri. Apalagi sebentar lagi ada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember mendatang, di mana produk dalam negeri dan impor bersaing dan diperjualbelikan di e-commerce. 

“Tujuan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri ini juga untuk menggugah kesadaran dan nasionalisme masyarakat, bangga menggunakan produk dalam negeri,” kata Mendag Agus saat membuka acara Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri, di Thamrin City, Jakarta, Sabtu (7/12). 

Mendag Agus menjelaskan produk dalam negeri saat ini sudah banyak yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar atau barang impor. Bahkan dari segi kualitas, produk dalam negeri dinilai sudah jauh lebih unggul. 

“Kalau kualitas tentu tidak diragukan lagi produk kita ini jauh lebih bagus,” ujarnya.

Terutama untuk produk-produk batik. Dia sangat optimis kualitas batik Indonesia sudah sangat bagus dan bersaing.

Selain itu, dengan membeli produk dalam negeri dia menyebutkan masyarakat telah membantu perekonomian Indonesia. Sebab dalam satu produk lokal, terdapat ratusan bahkan ribuan pekerja UMKM yang terlibat di dalamnya. 

“Beli produk dalam negeri sama saja selamatkan ekonomi bangsa, karena ada ratusan atau ribuan pekerja dalam negeri dalam satu produk yang dibeli,” ujarnya.

Setelah itu, mendag Agus melanjutkan acaranya dengan berkeliling ke toko-toko batik.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Beli Barang dari Luar Negeri Makin Mudah dengan Jasa Titip
Artikel Selanjutnya
Program Belanja Online Dongkrak Kinerja Perusahaan Jasa Ekspedisi