Sukses

Citibank Incar Pertumbuhan Transaksi Kartu Kredit 10 Persen Saat Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Citibank Indonesia mengaku optimistis terhadap prospek binis perusahaan terutama terhadap lini bisnis kartu kredit di kuartal II 2019. Salah satu pendorong pertumbuhan transaksi kartu kredit adalah momen Lebaran.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan, pihaknya memprediksi pertumbuhan transaksi kartu kredit di kuartal II 2019 dapat double digit.

"Mendekati Lebaran ini kami berharap mencapai double digit jadi total 10 persen untuk transaksi kartu kredit kita," kata dia dalam paparan kinerja, di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Dia menjelaskan, hingga kuartal I 2019, binis kartu kreditnya masih terasa seret. Tercatat, pertumbuhan volume sales kartu kredit hanya sekitar 1 persen.

Meskipun demikian, Batara meyakini bahwa adanya bulan suci Ramadhan dan Lebaran bakal lebih menggenjot bisnis kartu kredit Citibank. Terkait kartu kredit, kata Batara, hingga saat ini sudah ada 1,2 juta kartu kredit Citibank yang digunakan oleh Basabasi.

"Biasanya sales kredit itu akan menanjak menjelang lebaran dan untuk transaksi belanja bisa naik tapi itu kita liat," tandas Batara.

Sebagai informasi saja,Citibank Indonesia hingga kuartal-I 2019, telah berhasil mencatatkan portofolio kredit sebesar Rp 48,2 trilun atau terlihatmeningkat 15 year-on-year.

2 dari 3 halaman

Kuartal I 2019, Citibank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 838 Miliar

Sebelumnya, Citibank N.A.‚ Indonesia (Citibank) membukukan laba bersih sebesar Rp 838 miliar pada kuartal I 2019. Capaian ini tumbuh sebesar 44 persen jika dibandingkan kuartal I 2018.

CEO Citibank, Batara Sianturi mengatakan, pertumbuhan laba bersih didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 1,1 triliun dan pendapatan perdagangan bersih menjadi Rp 313 miliar.

"Kami telah memulai tahun 2019 dengan sangat baik. Kami terus berkomitmen untuk tumbuh serta memajukan perekonomian, dengan menjadi yang terbaik bagi para klien kami," kata dia, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). 

Peningkatan pendapatan ini memberikan kontribusi pada peningkatan Return on Equity (ROE) menjadi 20,75 persen dari 14,31 persen pada tahun sebelumnya dan peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 5,26 persen dari 3,95 persen pada kuartal I 2018.

"Portofolio kredit meningkat 15 persen year-on-year menjadi Rp 48,2 triliun. Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis institutional banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertambangan dan perantara keuangan (financial intermediary)," ujar dia.

Kinerja yang positif ini ditunjang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) berkelanjutan yang tumbuh sebesar 11 persen yang memungkinkan bank untuk mencatatkan rasio Iending-to-funding (RIM) yang solid sebesar 79,21 persen.

"Meskipun mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan, tingkat kecukupan permodalan serta kualitas aset Bank tetap kuat, dengan rasio Kewajiban Penyediaan Model Minimum (KPMM) sebesar 23,37 persen dan rasio Non Performing Loan bruto dan netto masing-masing sebesar 2,30 persen dan 0,53 persen," tutur dia.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Walhi: Akses Data HGU Tertutup, Konflik Lahan Tak Kunjung Usai di Kalteng
Artikel Selanjutnya
Penjelasan Walhi soal Dampak PLTU Batu Bara terhadap Lingkungan