Sukses

BEI Targetkan 75 Perusahaan Melantai di Bursa Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 75 perusahaan baru akan melantai perdana di pasar modal tahun ini. Rencana tersebut masuk ke dalam program IDX Iniatives Go Public 2019.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengaku optimistis dengan target tersebut. Itu karena BEI sudah siapkan 5 langkah khusus dalam meraih tujuan itu.

"Strategi kita ada 5 yakni Go Public Branding, Institutional Relation, High Level Approach, Stakeholder Engagement, dan Issuer Incentive," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Dia menambahkan, 75 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) itu terdiri dari perusahaan menerbitkan obligasi, melepaskan saham, dan menerbitkan kontrak investasi kolektik (KIK).

Dari 75 perusahaan yang akan IPO itu, lanjutnya, 57 diantaranya merupakan perusahaan yang akan mencatatkan saham (IPO melalui saham). Adapun saat ini didalam pipeline BEI terdapat 14 perusahaan yang akan menjadi perusahaan tercatat.

5 diantaranya bergerak disektor properti, real estate, consumer goods, infrastruktur, keuangan dan perdagangan. Sementara itu, untuk periode Januari 2019-20 Maret 2019 sudah ada 7 perusahaan tercatat yang melantai di bei.

Itu dengan total dana masyarakat yang berhasil dihimpun dari ketujuh perusahaan mencapai Rp 1.148 triliun.

"Dari bulan Januari sampai 20 Maret sudah ada 7 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Terbaru pagi tadi, Wahana Interfood Nusantara (COCO) IPO," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

BEI Tunda Aturan Saham Gocap Tahun Ini

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menunda penerapan aturan saham gocap tahun ini. Sebelumnya, BEI berencana untuk menghapus batasan harga saham paling bawah yakni Rp 50 per saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono Widodo menjelaskan, penerapan kebijakan saham gocap yang ditargetkan direalisasikan semester II-2019 akan ditunda.

Kata dia, salah satu pertimbangan penundaan penerapan aturan saham gocap ini terkait kesiapan investor terhadap perubahan peraturan tersebut.

"Untuk sementara kita tunda tahun ini seperti environment apakah sudah sesuai karena terkait investor ritel dan dana pensiun serta kesiapan mereka terhadap perubahan peraturan ini," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Selain itu, aturan terkait penghentian perdagangan secara otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) juga akan ditunda sehingga tidak diimplementasikan pada semester II tahun ini.

"Auto rejection itu untuk ipo suatu saham baru, bisa dijawab nanti oleh electronic book building (EBB). Kita masih pending review-nya melihat dampak daripada EBB. Tempat-tempat lain ada yang batasi maupun tak batasi," ungkapnya.