Sukses

Ada Listrik dari PLN, Ekonomi Pulau Komodo dan Rinca Kian Menggeliat

Liputan6.com, Flores - Perekonomian masyarakat Pulau Komodo dan Rinca, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat sejak kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dari PT PLN (Persero)

Kepala Desa Pulau Komodo Aks‎an mengatakan, setelah pasokan listrik PLN hadir pada tahun lalu di wilayahnya dari PLTD sebesar 205 kilo Watt (kW), kehidupan masyarakat Komodo mengalami perkembangan. Pasalnya, aktivitas masyarakat komodo tidak terbatas kare‎na sudah memiliki sumber pasokan listrik yang stabil.

Dia menyebutkan, saat ini anak sekolah bisa belajar pada malam hari. Karena sebelum ada pasokan listrik dari PLN, masyarakat hanya menggunakan pelita dan genset pribadi yang pengoperasiannya terbatas pada biaya Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga hanya bisa menikmati penerangan dari lampu selama empat jam dari pukul 18.00 sampai 22.00.

"Dulu anak-anak tidak bisa belajar sampai malam, sekarang anak bisa belajar.‎ Sebelum listrik ada, mereka pakai genset dari jam 6, jam 10 malam padam‎, " kata Aksan di Pulau Komodo, Flores Kamis (29/3/2018).

‎Aksan melanjutkan, manfaat lain yang didapat adalah penghematan. Sebelum ada pasokan listrik dari PLN, masyarakat mengeluarkan biaya Rp 6 ribu per hari untuk patungan pengoperasian genset. Sedangkan saat ini hanya mengeluarkan Rp 100 ribu untuk membeli token listrik yang dapat digunakan hingga dua bulan.

Kehadiran listrik membuat perekonomian masyarakat bergeliat. Saat ini bermunculan usaha kecil yang bisa dikerjakan malam hari, seperti usaha mebel dan pendinginan ikan.

‎"Selama masyarakat dan nelayan bisa lebih puas, pakai listrik, beli lemari es untuk mendinginkan ikan paling lama dua hari dijual ke Labuan Bajo," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Lebih Produktif

Masih dalam jajaran pulau yang sama, masyarakat Pulau Rinca juga merasakan manfaat serupa. Sekretaris Desa Pasir Panjang Pulau Rincan Ibrahim Hamso mengungkapkan, setelah ada pasokan listrik dari PLTD sebesar 200 kW, masyarakatnya kini bisa lebih produktif, tidak hanya mengandalkan sumber daya laut saja, tetapi ada lapangan kerja baru setelah ada listrik, yaitu pengrajin kayu, jasa fotokopi, dan pendingin ikan.

‎"Cukup bagus, kegiatan mereka malam ketika ada ikan kebutuhan es mereka sudah siap. Pendapatan masyarakat meningkat," ucapnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Tampilan Kompak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Saat Bermesraan di Labuan Bajo
Artikel Selanjutnya
Aurel Hermansyah Bergaya dengan Gaun Mini Saat Liburan ke Labuan Bajo