Sukses

Hati-hati! Uang Bisa Picu Perceraian Rumah Tangga

Liputan6.com, New York - Uang dan pernikahan kadang tidak begitu akur pada realitasnya. Bahkan perkaran soal uang seringkali menjadi pemicu utama perceraian pasangan suami istri.

Diskusi yang rumit soal uang juga akan membuat pernihakan menjadi runyam. Saat masih menjalin hubungan asmara biasa, uang tak jadi masalah besar karena Anda dan pasangan tak berbagi pengeluaran harian.

Bahkan sejumlah studi mengatakan, hidup di atas satu atap berarti Anda memulai masalah soal uang dalam pernikahan. Berikut lima alasan mengapa uang dapat memicu perceraian rumah tangga seperti dikutip dari boldsky.com, Rabu (18/2/2015):

1. Beda prioritas

Anda dan pasangan memiliki prioritas yang berbeda dalam menghabiskan uang. Misalnya, mengganti tirai merupakan hal penting bagi Anda tapi belum tentu begitu bagi pasangan.

Yang harus Anda lakukan adalah membedakan keinginan dan kebutuhan. Jangan buang uang untuk berbagai hal yang sekiranya tak dibutuhkan dalam rumah tangga.

2. Beda karakter habiskan uang

Uang seringkali menjadi isu utama dalam pernikahan karena karakter mengeluarkan uang yang berbeda. Anda mungkin tipe orang yang boros, sementara pasangan justru tipe yang berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

Anda menghabiskan banyak upaya untuk hidup bersama, sebaiknya uang yang dihasilkan juga bisa dinikmati bersama.

>> Klik selanjutnya...

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Tabungan bersama

Suami istri biasanya memiliki tabungan bersama. Tapi uang bisa menjadi masalah utama saat Anda menarik uang lebih banyak dari yang dilakukan suami. Pasalnya, suami lebih sering memikirkan keamanan finansial di masa depan.

4. Istri senang berfoya-foya

Jangan gunakan kartu kredit suami secara berlebihan hanya untuk berbelanja. Anda dapat dianggap sebagai sosok yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan uang bersama.

Sebelum berfoya-foya dengan uang suami, sebaiknya Anda mengingat-ingat bagaimana dia susah payah mencari uang.

5. Suami merasa lebih tahu

Banyak pria cenderung merasa selalu lebih baik mengurus keuangan dibandingkan wanita. Sayangnya, anggapan itu tak selalu benar.

Seringkali suami juga mengintogerasi sang istri karena pengeluaran yang ternyata telah dimanfaatkan dengan benar oleh sang istri. (Sis/Ndw)