Top 3 Tekno: Trik Nakal Akali Registrasi Biometrik Kartu SIM Jadi Sorotan

Komdigi membongkar trik nakal sejumlah oknum penjual untuk mengaktifkan kartu SIM menggunakan pemindaian wajah milik mereka sendiri.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membongkar trik nakal sejumlah oknum penjual untuk mengaktifkan kartu SIM menggunakan pemindaian wajah milik mereka sendiri.

Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (20/7/2026) kemarin.

Informasi lain yang juga populer yaitu soal penjelasan Google Maps yang tak bisa digunakan di China.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikutnya ini.

1. Komdigi Bongkar Trik Nakal Penjual Akali Registrasi Biometrik Kartu SIM

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan proses registrasi kartu SIM menggunakan metode verifikasi biometrik wajib menggunakan data identitas asli pemiliknya, bukan orang lain. Langkah tegas ini diambil menyusul ditemukannya praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum penjual di lapangan.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengungkapkan sejumlah oknum penjual kedapatan mengaktifkan kartu SIM menggunakan pemindaian wajah (face recognition) milik mereka sendiri sebelum kartu tersebut dijual ke konsumen.

"Masih ada yang coba-coba seperti itu. Kartu diaktivasi dengan wajah penjual, lalu dibawa oleh pelanggan. Setelah digunakan, kartu tersebut di-unregister (dibatalkan registrasinya), sehingga pelanggan yang dirugikan," ungkap Edwin, dikutip dari Antara, Senin (20/7/2026).

Temuan tersebut didapatkan saat Edwin meninjau langsung implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Yogyakarta. Ia menekankan bahwa praktik manipulasi data ini melanggar aturan karena membuat nomor seluler tidak tercatat atas nama pemilik yang sebenarnya.

"Ini praktik di lapangan yang harus diperhatikan. Kita sekarang berada di era kejujuran, apa yang kita pakai harus atas nama kita sendiri," tegas Edwin.

Baca selengkapnya di sini

2. Alasan Google Maps Tak Bisa Digunakan di China

Bagi banyak pengguna iPhone maupun Android, Google Maps menjadi aplikasi navigasi andalan saat bepergian. Namun, situasinya berbeda ketika mengunjungi China.

Dilansir BGR, Senin (20/7/2026), wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis disarankan tidak mengandalkan layanan Google Maps karena tak berfungsi secara optimal di negara tersebut.

Hal itu terjadi karena Google telah menghentikan operasinya di pasar China lebih dari satu dekade lalu setelah berselisih dengan pemerintah setempat terkait pengoperasian berbagai layanan, dimulai dari Google Search.

Sejak saat itu, sejumlah layanan Google, termasuk Google Maps, diblokir di China sehingga tidak lagi mendapat dukungan resmi di wilayah tersebut.

Akibatnya, ponsel Android yang dijual di China tidak dibekali Google Mobile Services (GMS), sehingga pengguna juga tidak memiliki akses ke Google Play Store maupun aplikasi Google Maps secara bawaan.

Sementara itu, pengguna iPhone memang masih dapat menemukan Google Maps di App Store versi China, tetapi pengalaman penggunaannya jauh lebih terbatas dibandingkan di negara lain. Data peta yang tersedia tidak selalu akurat dan berpotensi memunculkan kesalahan saat bernavigasi.

Baca selengkapnya di sini

3. Mode Picture-in-Picture YouTube Bermasalah di iPhone dan Android

YouTube menyadari masalah pada mode picture-in-picture (PiP) di iPhone dan Android tidak bekerja dengan baik ketika menutup aplikasi.

Beberapa pengguna mengalami masalah fitur PiP yang tidak kunjung aktif ketika menutup aplikasi YouTube. Alih-alih menampilkan pop-up di sudut layar untuk dapat tetap menonton, YouTube tidak menampilkan apa pun dan hanya memutar suara di latar belakang.

Diwartakan 9to5Google, Senin (20/7/2026), Google mengatakan laporan ini banyak berasal dari pengguna iOS, tetapi ada beberapa kasus pada perangkat Android.

Google menambahkan, perusahaan dapat mereplikasi masalah ini pada iPhone dengan aplikasi YouTube versi 21.28, namun tidak dengan perangkat Pixel.

YouTube pertama kali mengidentifikasi masalah ini pada Jumat (17/7/2026) dan menyatakan “Tim kami sedang menginvestigasi masalah tersebut.” Namun, pada hari berikutnya, belum juga ada kemajuan.

Awal 2026, YouTube mulai meluncurkan fitur PiP bagi pengguna gratis seluruh dunia. Untuk mendapat informasi terbaru, kamu bisa memantau utas YouTube Help.   

Baca selengkapnya di sini