Mode Picture-in-Picture YouTube Bermasalah di iPhone dan Android

YouTube mengakui terdapat masalah pada fitur Picture-in-Picture (PiP) mereka. Bagaimana tanggapan YouTube?

Diterbitkan 20 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - YouTube menyadari masalah pada mode picture-in-picture (PiP) di iPhone dan Android tidak bekerja dengan baik ketika menutup aplikasi.

Beberapa pengguna mengalami masalah fitur PiP yang tidak kunjung aktif ketika menutup aplikasi YouTube. Alih-alih menampilkan pop-up di sudut layar untuk dapat tetap menonton, YouTube tidak menampilkan apa pun dan hanya memutar suara di latar belakang.

Diwartakan 9to5Google, Senin (20/7/2026), Google mengatakan laporan ini banyak berasal dari pengguna iOS, tetapi ada beberapa kasus pada perangkat Android.

Google menambahkan, perusahaan dapat mereplikasi masalah ini pada iPhone dengan aplikasi YouTube versi 21.28, namun tidak dengan perangkat Pixel.

YouTube pertama kali mengidentifikasi masalah ini pada Jumat (17/7/2026) dan menyatakan “Tim kami sedang menginvestigasi masalah tersebut.” Namun, pada hari berikutnya, belum juga ada kemajuan.

Awal 2026, YouTube mulai meluncurkan fitur PiP bagi pengguna gratis seluruh dunia. Untuk mendapat informasi terbaru, kamu bisa memantau utas YouTube Help.

Google Membuka Sistem Android untuk AI

Di sisi lain, Komisi Eropa resmi menjatuhkan dua keputusan hukum yang mengikat berdasarkan Undang-Undang Pasar Digital (DMA/Digital Markets Act).

Regulasi baru ini memaksa raksasa teknologi Google untuk membuka sistem operasi Android dan mesin pencarinya kepada para pesaing demi iklim kompetisi yang sehat.

Langkah tegas ini diambil guna memecah dominasi pasar Google yang dinilai menutup ruang bagi inovasi kompetitor. Keputusan pertama mengharuskan Google memberikan akses fitur sistem utama Android kepada asisten kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga, yang selama ini hanya eksklusif dinikmati oleh Gemini milik Google.

Berdasarkan data Uni Eropa, pembatasan fitur tersebut sangat berdampak pada persaingan usaha. Saat ini, sebanyak 60 persen pengguna Android di Uni Eropa enggan beralih ke asisten AI kompetitor.

 

Keamanan Data Pengguna

Alasan utamanya adalah karena aplikasi alternatif tersebut tidak memiliki akses ke fungsi-fungsi penting sistem gawai sekaya Gemini.

Melalui mandat baru ini, asisten AI pihak ketiga nantinya wajib dibekali kemampuan inti yang setara dengan Gemini, dengan tetap menjaga privasi dan keamanan data pengguna.

Sebagai contoh, pengguna kelak bisa mengaktifkan AI kompetitor lewat perintah suara yang serupa dengan interaksi "Hey Google".

Selain itu, AI pesaing juga harus mampu mengeksekusi perintah rumit, seperti memesan taksi online, memberikan saran balasan otomatis pada aplikasi pesan instan, hingga memberikan rekomendasi berbasis lokasi yang baru saja dikunjungi.