Deretan Wilayah Sumatera yang Terdampak Gangguan Jaringan Telkomsel Imbas Mati Listrik

Menurut pihak Telkomsel, gangguan layanan tersebar di beberapa titik krusial di Sumatera akibat mati listrik serentak.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan telekomunikasi Telkomsel di sejumlah wilayah Sumatera mengalami penurunan kualitas akibat pemadaman massal pada sistem kelistrikan PLN.

Menanggapi kondisi tersebut, saat ini Telkomsel mengaku tengah mengupayakan berbagai langkah darurat demi menjaga kualitas jaringan tetap aman.

VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak oleh gangguan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala ini terjadi di luar kendali operasional perusahaan.

"Telkomsel memohon maaf kepada pelanggan atas terjadinya penurunan kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut," ujar Nizar melalui pesan singkat, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, gangguan layanan ini tersebar di beberapa titik krusial. Berdasarkan pantauan tim teknis, wilayah yang paling terdampak meliputi Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Tengah, hingga sebagian Sumatera Bagian Selatan.

Guna mengantisipasi pemadaman yang meluas, Telkomsel langsung mengaktifkan sistem catu daya cadangan (back-up power) di Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di wilayah terdampak.

Langkah ini diambil agar layanan seluler, baik panggilan suara maupun akses data, tetap bisa dinikmati masyarakat meski dalam kapasitas terbatas.

"Telkomsel akan terus memaksimalkan sistem catu daya yang dimiliki untuk memberikan layanan seluler yang optimal di wilayah terkait," Nizar menegaskan.

Selain mengandalkan genset dan baterai cadangan di lapangan, Telkomsel juga bergerak cepat membangun komunikasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan jaringan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengupayakan percepatan ketersediaan daya listrik agar pelanggan dapat kembali menikmati layanan komunikasi dengan lancar," ia memungkaskan.

Jaringan Indosat Pulih Bertahap

Di sisi lain, PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh pelanggan di sejumlah wilayah Sumatra yang sempat mengalami gangguan layanan telekomunikasi.

Gangguan tersebut terjadi akibat dampak langsung dari pemadaman listrik serentak (blackout) yang melanda sebagian besar sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan telekomunikasi yang sempat dialami pelanggan di sebagian wilayah Sumatra akibat pemadaman listrik yang berdampak pada operasional jaringan," kata EVP Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, Jumat (22/5/2026)

Ia menjelaskan, jaringan Indosat saat ini secara bertahap berangsur pulih dan kembali normal di wilayah tersebut.

"Saat ini layanan secara bertahap telah kembali normal. Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses pemulihan berlangsung," ucap Agus memungkaskan.

Layanan XLSmart Juga Terdampak

Selain itu, layanan telekomunikasi XLSmart di sebagian wilayah Sumatera dan sekitarnya juga mengalami gangguan akibat pemadaman listrik (blackout).

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengonfirmasi bahwa infrastruktur jaringan perusahaan saat ini tengah terdampak secara langsung oleh tidak stabilnya pasokan daya utama dari PLN.

"Kami menyampaikan bahwa kondisi jaringan XLSmart di sejumlah wilayah Sumatera saat ini terdampak akibat gangguan pasokan listrik terkait insiden pemadaman sistem kelistrikan PLN di sebagian wilayah Sumatera," ujar Reza melalui pesan singkat, Jumat (22/5/2026) malam.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas bagi pelanggan, XLSmart mengklaim telah menerjunkan tim teknis ke berbagai titik krusial.

Fokus utama saat ini adalah menjaga agar base transceiver station (BTS) di area-area prioritas tetap mendapatkan pasokan daya cadangan agar layanan komunikasi tidak terputus total.

"Kami bergerak cepat dengan mengaktifkan sistem daya cadangan guna menopang infrastruktur yang kehilangan aliran listrik utama," kata Reza.

Ia menjelaskan, tim lapangan memantau fluktuasi trafik dan mengalihkan beban jaringan ke site yang masih berfungsi normal.

Perusahaan bahkan memaksimalkan daya simpan baterai pada BTS untuk mempertahankan pemancar dalam jangka waktu tertentu. Juga mengerahkan genset portabel ke site atau menara pemancar prioritas yang melayani fasilitas publik dan area padat penduduk.

"Saat ini tim teknis kami di lapangan terus melakukan pemantauan dan optimalisasi jaringan, termasuk mengoperasikan backup power melalui baterai cadangan dan genset di site prioritas," Reza memungkaskan.