Pasar Insurtech di Indonesia Diprediksi Tumbuh 18 Persen pada 2030, Siapa Peminatnya?

Pasar insurtech di Indonesia diprediksi tumbuh sebesar 16–18% (compound annual growth rate/CAGR) dari tahun 2025 hingga 2030. Siapa peminatnya?

Diterbitkan 09 Juni 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar insurtech di Indonesia tercatat terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Insurtech sendiri merupakan singkatan dari insurance technology, perpaduan antara industri asuransi dengan teknologi digital.

Menurut Data Mobility Foresight, pasar insurtech di Indonesia bernilai USD 8,5 miliar (sekitar Rp 138 triliun) pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh sebesar 16–18% (compound annual growth rate/CAGR) dari tahun 2025 hingga 2030.

"Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya digitalisasi layanan keuangan, permintaan konsumen terhadap produk asuransi berbasis teknologi, dan perluasan ekosistem fintech," tulis Data Mobility Foresight dalam laporannya, dikutip Senin (9/6/2025).

Segmen asuransi jiwa dan kesehatan mendominasi pasar saat ini, sementara asuransi properti, perjalanan, dan asuransi terpadu diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Menanggapi tren tersebut, CEO SalingJaga Bryan Silfanus, menilai bahwa produk insurtech mulai diminati banyak nasabah pemula.

"Sejak launching pertama di awal tahun 2024, produk asuransi syariah jiwa digital SalingJaga Keluarga sudah diikuti oleh lebih dari 200.000 anggota hingga Mei 2025. Mayoritas peminatnya adalah nasabah pemula atau pengalaman pertama mereka ikut serta dalam program asuransi jiwa," ia menjelaskan.

Artinya, insurtech dianggap sebagai solusi bagi mereka yang baru mengikuti program asuransi jiwa.

 

Insurtech Catat Kontribusi Signifikan

Menurut laporan dari Fintech Futures, total nilai pasar asuransi jiwa dan non-jiwa pada tahun 2024 mencapai USD 37,22 miliar dan diproyeksikan akan meningkat menjadi USD 46,72 miliar pada tahun 2029.

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa insurtech menjadi pemain penting dalam lanskap industri ini. Pada tahun 2024, insurtech diperkirakan menyumbang sekitar 22,8 persen dari keseluruhan pasar asuransi di Indonesia.

Pengakuan terhadap inovasi insurtech Indonesia semakin menguat dengan dinobatkannya SalingJaga sebagai pemenang dalam ajang InsureTech Connect (ITC) Asia InsurTech Awards 2025.

"Kami bersyukur atas penghargaan ini dan bangga bisa membawa semangat inovasi asuransi syariah Indonesia ke panggung global. Apresiasi dari industri insurtech global menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi," ia memungkaskan.

 

Masa Depan Insurtech di Indonesia

Sementara menurut Data Mobility Foresight, masa depan pasar insurtech di Indonesia masih sangat optimis, ditandai dengan integrasi teknologi AI, blockchain, dan IoT yang lebih mendalam di setiap aspek operasi asuransi.

Pelaku pasar diharapkan untuk fokus pada hiperpersonalisasi, verifikasi identitas digital, pencegahan risiko, dan penawaran berbasis ekosistem.

Konvergensi asuransi dengan sektor lain seperti perawatan kesehatan, perbankan, dan mobilitas akan mengarah pada pengembangan solusi holistik dan berpusat pada pelanggan.

Seiring dengan meningkatnya kejelasan regulasi dan meningkatnya kolaborasi antara pelaku usaha lama dan perusahaan rintisan, insurtech dinilai akan memainkan peran penting dalam menjadikan asuransi lebih inklusif dan efisien.

Tantangan dalam Perkembangan Insurtech

Meskipun prospeknya cerah, industri insurtech di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan:

  • Rendahnya Literasi Asuransi: Masyarakat masih perlu lebih banyak edukasi tentang produk dan manfaat asuransi.
  • Regulasi yang Ketat: Regulasi yang masih berkembang dan belum sepenuhnya jelas dapat menghambat pertumbuhan industri.
  • Biaya Adopsi Teknologi: Biaya tinggi untuk mengadopsi teknologi digital dapat menjadi kendala bagi beberapa perusahaan asuransi.
  • Tidak Semua Produk Dapat Didigitalisasi: Beberapa produk asuransi masih membutuhkan pemasaran tatap muka.

 

Infografis Cara Dapatkan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jemaah Haji Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)