Review UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W, Powerbank Kecil untuk Momen Genting

Review UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W menawarkan bodi ringkas, fast charging, dan kemampuan mengisi beberapa perangkat, termasuk laptop dalam kondisi darurat.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - UGreen, perusahaan aksesori asal China baru-baru ini meluncurkan Nexode Pro 10.000mAh 55W di pasar Indonesia, dan sudah tersedia di berbagai platform e-commerce dengan harga mulai Rp 569.000.

Tim Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk menguji powerbank berkapasitas sedang dengan dukungan fast charging hingga 55W dalam bobot di bawah 220 gram ini secara langsung.

Selama beberapa minggu pemakaian, berikut adalah pengalaman kami pakai powerbank Ugreen sebagai teman perjalanan tugas ke Korea Selatan hingga kondisi darurat saat sulit menemukan stop kontak usai liputan.

Desain dan Material 

Port UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W ada USB-C, USB-A, dan kabel USB-C. (Liputan6.com/ Yuslianson)

UGreen Nexode Pro hadir dengan bodi metalik abu-abu dan layar mungil yang aktif saat tombol di sisi kiri ditekan atau ketika dicolokkan ke perangkat. Layar ini berfungsi untuk menampilkan status pengisian real-time, total daya keluar, dan kondisi baterai.

Saat di luar ruangan, tampilan di layar memang sulit dibaca akibat pantulan cahaya. Layar di powerbank juga tidak menampilkan statistik per perangkat jika dua atau lebih perangkat diisi secara bersamaan.

Untuk konektivitas, perusahaan menyediakan tiga port pengisian yaitu USB-C, USB-A, dan kabel 22 cm yang sayangnya tidak bisa ditarik langsung dari bodi.

Panjang kabel ini terasa sangat membatasi pemakaian saat ponsel dipegang sementara powerbank diletakkan di atas meja.

Performa Pengisian UGreen

Bodi UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Di atas kertas, port USB-C dan kabel bawaan powerbank ini sudah mendukung pengisian atau output hingga 55W untuk perangkat kompatible. Sementara itu, port USB-A mencapai maksimal 33W.

Input pengisian powerbank sendiri dibatasi di angka 35W, dengan waktu pengisian daya penuh sekitar 2,5 jam. 

Selama pengujian, iPhone 17 Pro Max di posisi 30 persen naik ke 65 persen dalam 25 menit. Sementara itu, daya powerbank turun dari 55 persen ke 37 persen. 

Perlu diingat, kecepatan pengisian tidak selalu konsisten sepanjang sesi. Penurunan kecepatan menjelang akhir pengisian kemungkinan besar merupakan bagian dari manajemen suhu otomatis perangkat.

 

Isi Dua Perangkat Sekaligus

UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W bisa dihubungkan ke beberapa perangkat sekaligus. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Salah satu fitur menarik dari powerbank UGreen ini adalah kemampuan mengisi beberapa perangkat secara bersamaan. Dalam sesi pengujian 30 menit menggunakan daya penuh, kami menghubungkan iPad Air M3 dan Oppo Find X9 Pro secara bersamaan.

Hasilnya, Find X9 Pro naik dari 70 persen ke 84 persen dan iPad Air M3 naik dari 55 persen ke 67 persen. Sedangkan untuk daya powerbank sendiri turun dari 100 persen ke 60 persen.

Satu hal menarik, HP baru Oppo ini mengenali powerbank dan secara otomatis mengaktifkan fitur Ultra Fast Charging. Ini menunjukkan, UGreen Nexode Pro kompatibel dengan protokol pengisian cepat dari berbagai produsen, bukan hanya Apple.

Pengujian ini juga menunjukkan, powerbank tersebut masih efektif untuk skenario multi-device. Kemampuan mengisi dua perangkat sekaligus menjadi penting untuk pengguna membawa banyak gadget.

Dari Korea Selatan hingga Selamatkan MacBook 

Layar UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W tidak terlihat saat di luar ruangan dan di bawah matahari langsung. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Salah satu pengalaman paling terasa ketika kami pakai UGreen Nexode Pro dalam perjalanan tugas ke Korea Selatan. Saat tiba di bandara, baterai iPhone 17 Pro Max sempat turun ke 15 persen. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena ponsel masih dibutuhkan untuk komunikasi dan koordinasi.

Selama perjalanan dari bandara hingga hotel selama 45 menit, baterai iPhone 17 Pro Max naik ke 47 persen, meski daya powerbank habis sebelum tiba di tempat tujuan.

Skenario kritis lain terjadi ketika baterai MacBook berada di posisi 2 persen, dan sulit menemukan stop kontak yang bisa dipakai untuk men-charge usai liputan.

Berbekal sisa daya powerbank 50 persen, kami dapat mengisi baterai laptop buatan Apple tersebut hingga 20 persen sambil tetap dipakai untuk mengetik. Ini juga memberikan waktu sekitar 30 menit sebelum stop kontak tersedia dan powerbank habis total.

 

Kesimpulan

Tampak depan UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W dengan layar kecil. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Pada penggunaan pertama, daya powerbank turun ke 0 persen tanpa perangkat terpasang seolah bocor sendiri. Kondisi membaik setelah dua siklus pengisian penuh dan sejak itu berfungsi normal. Kabel bawaan 22 cm juga terasa kurang panjang dalam beberapa kondisi pemakaian.

Secara keseluruhan, UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W menawarkan keseimbangan antara kapasitas, kecepatan pengisian, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.

Kemampuan mengisi tiga perangkat sekaligus, termasuk laptop dan kompatibilitas dengan fitur fast charging berbagai merek menjadi nilai tambah.

Untuk yang sering bepergian, bekerja mobile, atau membutuhkan powerbank praktis dengan daya besar di bodi kecil, UGreen Nexode Pro 10.000mAh 55W layak masuk daftar pertimbangan.

Saat ini, UGreen Nexode Pro 55W bisa didapatkan di berbagai platform e-commerce di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 569 ribuan.