Sukses

Samsung Pakai Kode Nama Galaxy U untuk Seri Galaxy S21

Liputan6.com, Jakarta - Samsung dijadwalkan akan mengungkap kehadiran seri ponsel terbaru mereka, Galaxy Note 20, pada 5 Agustus 2020.

Ketika publik masih menanti Samsung mengumumkan Galaxy Note 20, perusahaan asal Korea Selatan itu disebutkan sudah bersiap untuk meluncurkan seri flagship mereka tahun depan.

Adapun seri flagship yang dimaksud adalah Galaxy S21. Kabar ini terungkap di internet lewat akun leaker kenamaan di industri smartphone, yakni Ice Universe.

Dikutip dari akun Weibo milik Ice Universe, Senin (13/7/2020), berdasarkan informasi anonim di dalam perusahaan, Galaxy U akan dipakai secara internal oleh Samsung untuk kode nama seri Galaxy S21.

Bocoran informasi tentang Galaxy S21. (Doc: Ice Universe/ Weibo)

Tak hanya itu, perusahaan juga berencana untuk merilis seri ini dengan harga yang lebih murah ketimbang seri Galaxy sebelumnya saat diluncurkan.

Ice Universe juga mengatakan, Samsung sedang mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan status "flagship" di Galaxy S21 tetapi dengan fitur yang lebih sederhana.

 

2 dari 3 halaman

Kemampuan Layar di Bawah Galaxy S20

Galaxy S20 Ultra. (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

"Galaxy S21 versi standar bakal hadir dengan layar Full HD plus dengan refresh rate 60Hz," tulis Ice Universe.

Bilamana kabar ini benar, maka layar Galaxy S21 akan berada di bawah seri Galaxy S20 yang ada di pasaran saat ini.

Bagi pengguna yang ingin memiliki seri Galaxy S21 terbaik, orang dalam tersebut menyarankan untuk membeli varian Galaxy S21 Ultra.

3 dari 3 halaman

Samsung Tak Akan Sertakan Charger di Boks Penjualan

Trio Galaxy S20. (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

Analis kenamaan, Ming-Chi Kuo, mengatakan Apple tidak akan menyertakan charger ke dalam boks penjualan smartphone baru mereka.

Terkini, Samsung disebut-sebut juga akan mengambil opsi serupa untuk tidak menyertakan charger di beberapa ponsel yang diluncurkan pada 2021.

Dikutip dari laporan ETNews, Kamis (9/7/2020), hal itu dilakukan karena saat ini banyak konsumen yang sudah memiliki charger ponsel, dan untuk memangkas biaya produksi.

(Ysl/Isk)