Jerome Polin Bahas Kemiskinan Struktural, Diduga Singgung Utas Maia Estianty

Jerome Polin menyoroti kemiskinan struktural, menekankan bahwa kerja keras tak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan. Utasan Jerome Polin ini diduga mena

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 16:47 WIB
Copy Link
Batalkan

"Aku makin paham, bahwa kesejahteraan atau kemiskinan itu tergantung pada sistem (kebijakan, politik, budaya, sosial, dll)."

"Dua orang yang pekerja, kerja keras, waktu kerjanya sama, bisa sangat berbeda kondisinya bergantung sistem di mana dia hidup." jelas Jerome.

Meski demikian, Jerome tidak menampik bahwa ada orang yang malas atau tidak menggunakan waktunya secara produktif sehingga mengalami kesulitan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada semua orang yang hidup dalam kemiskinan.

“Tapi bukan berarti SEMUA yang hidupnya susah, adalah orang yang malas dan tidak bekerja keras, karena balik lagi, ada sistem yang bikin mereka emang susah untuk lepas dari kelas itu,” tulisnya.

Utasan Maia Estianty soal Rezki Burung Liar Ramai Dikritik Netizen

Sebelumnya, Maia Estianty tuai kritik pedas dari warganet. Pasalnya, Maia mengutas tentang rezeki, kerja keras, dan sedekah di Threads. Pandangan sang musisi yang mengibaratkan manusia seperti burung liar itu dinilai kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan secara ekonomi. Gelombang kritik pun datang dan membuat kolom komentar ramai. Hingga berita ini ditulis, akun Threads @maiaestiantyreal terpantau berstatus privat.

Istri Irwan Mussry itu mengunggah utasnya dengan topik SelfReminder. Unggahan tersebut ramai dikutip media sejak Jumat, 9 Oktober 2026. 

"Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk rejeki nya ditanggung Allah itu benar, tapi burung juga kalau males terbang juga gak bakal dapet makanan... artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan... kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)." tulis Maia dalam utasannya. 

Kritik utama datang dari netizen yang menilai persoalan kemiskinan tidak bisa dipandang hanya sebagai soal usaha individu atau kebiasaan bersedekah. Menurut mereka, ada orang yang sudah bekerja berjam-jam setiap hari, bahkan menjalani lebih dari satu pekerjaan, tetapi penghasilannya tetap belum cukup untuk kebutuhan pokok.

Sebagian warganet juga menilai utasan tersebut nirempati di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak mudah. Latar belakang Maia yang dikenal hidup berkecukupan ikut disinggung, sampai ada netizen yang mempertanyakan apakah ia pernah merasakan hidup miskin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All