6 Fakta Film NAZA, Dokumenter tentang Kejinya Taktik Militer Israel di Gaza

Salah satu faktanya, sineas film dokumenter NAZA mendapat ancaman dan disebut sebagai pengkhianat oleh PM Israel Benjamin Netanyahu.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 15:31 WIB
Copy Link
Batalkan

2. Direkam pada Malam Hari di Atap-Atap Gedung Tel Aviv

Alih-alih hanya mengandalkan gambaran kehancuran di medan perang, NAZA mengambil pendekatan berbeda. Film ini direkam pada malam hari di atap-atap gedung di Tel Aviv, dengan menghadirkan kesaksian orang-orang yang memiliki pengetahuan langsung mengenai sistem militer Israel.

Film ini dikembangkan dari pengungkapan jurnalistik yang sebelumnya dipublikasikan oleh The Guardian bersama mitra media investigasi, termasuk +972 Magazine dan Local Call. Melalui medium film, informasi tersebut disajikan dalam bentuk yang memungkinkan penonton memahami bukan hanya fakta-fakta yang diungkap, tetapi juga pertanyaan moral di baliknya.

3. Digarap Tim No Other Land

Ini bukan karya perdana Yuval Abraham dan Rachel Szor tentang Israel-Palestina yang jadi sorotan. Sebelumnya, mereka merupakan bagian dari tim sutradara No Other Land, film yang meraih Oscar untuk kategori Best Documentary Feature pada 2025. 

4. Disebut Sebagai Pengkhianat oleh PM Benjamin Netanyahu 

NAZA juga mendapat sorotan besar di Israel. Diwartakan The Guardian, kedua sineas film disebut sebagai pengkhianat oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia bahkan mengancam akan mencopot status kewarganegaraan keduanya. 

5. Teror pada Sineas dan Keluarga

Para sineas mendapat penolakan besar di Israel akibat karyanya ini. Diwartakan The Washington Post, puluhan orang dari rasa sayap kanan berunjuk rasa di sekitar rumah orang tua Rachel Szor di Israel pada bulan lalu. Sementara Yuval Abraham khawatir ia tidak akan bisa kembali ke rumah.

Namun Abraham meyakini bahwa apa yang ia hadapi tak sebanding dengan kenyataan yang dihadapi warga Palestina. 

"Bayangkan jika seorang jurnalis Palestina di Gaza mencoba melakukan apa yang kami lakukan dan menelepon pejabat senior Israel. Tak bisa dibandingkan. Mereka kemungkinan besar akan dibunuh," kata dia dalam wawancara dengan The Guardian.

 

6. Dukungan untuk Kedua Sineas

Meski banyak mendapat halangan di Israel, tapi Yuval Abraham dan Rachel Szor juga mendapat banyak dukungan. 

Lebih dari 2.000 orang, termasuk pembuat film asal Israel Ari Folman dan Nadav Lapid, menandatangani petisi untuk mendukung Abraham dan Szor. Ada pula petisi lain dari International Documentary Association, yang mendesak pemerintah Israel untuk menarik kembali "ancaman terhadap para pembuat film" tersebut. Petisi ini ikut ditandatangani oleh aktor Mark Ruffalo dan Javier Bardem.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All