Gemini 4 Argon Tersedia Global, Harga Mulai Rp 35 Ribu

Google membuka akses Gemini 4 Argon secara global. Apa saja fiturnya?

Liputan6.com, Jakarta - Google membuka akses global ke Gemini 4 Argon, model artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks.

Teknologi ini ditujukan bagi pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar yang membutuhkan kemampuan AI untuk berbagai kebutuhan profesional.

Dikutip dari Gizmodo, Rabu (14/10/2026), pemimpin Google DeepMind, Koray Kavukcuoglu, menjelaskan tim Google menggunakan Argon untuk menangani berbagai masalah rekayasa yang paling kompleks.

Sebelum tersedia secara global, Gemini 4 Argon hanya bisa diakses oleh kelompok pakar keamanan siber tepercaya melalui program Fairwind Google. Program ini menjadi bagian dari proses pengujian sebelum aksesnya diperluas kepada lebih banyak pengguna.

Kini, pengembang dan perusahaan dapat menggunakan Argon melalui application programming interface (API) di Google AI Studio dan platform Gemini.

Pelanggan Google AI Pro dan Ultra juga bisa mengaksesnya melalui aplikasi Gemini, sedangkan Google Antigravity tersedia bagi pelanggan paket Ultra.

Google menetapkan biaya awal sebesar USD 2 atau sekitar Rp 35 ribu per satu juta token input. Sementara itu, biaya untuk satu juta token output mencapai USD 10 atau sekitar Rp 178 ribu.

Tarif ini dijadwalkan naik dua kali lipat mulai Desember 2026, menjadi USD 4 per satu juta token input atau sekitar Rp 71 ribu dan USD 20 per satu juta token output atau sekitar Rp 357 Ribu.

Mampu Atasi Pekerjaan di Berbagai Bidang

Gemini 4 Argon dirancang untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan penalaran mendalam, termasuk pemrograman, keuangan, hukum, keamanan siber, dan penelitian ilmiah.

Google mengklaim model tersebut mampu menangani tugas bertahap dengan tingkat ketelitian tinggi.

Google juga menyoroti penggunaan Argon oleh tim internal untuk menyelesaikan persoalan rekayasa perangkat lunak.

Model ini digunakan dalam pengembangan Chrome dan membantu menangani pekerjaan teknis yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang.

Argon Bisa Bantu Pengembangan Robot

Selain pemrograman, Google menyoroti kemampuan Argon dalam memahami informasi visual dan kondisi fisik. Dalam salah satu pengujian, model ini menganalisis rekaman seseorang yang memainkan permainan melempar kantong berisi biji jagung.

Argon menganalisis kondisi ruangan dan gerakan seseorang melalui rekaman video. Hasil analisis tersebut kemudian membantu robot humanoid melakukan permainan cornhole.

Menurut penjelasan Koray Kavukcuoglu, robot itu berhasil memasukkan tujuh lemparan berturut-turut dalam pengujian langsung.

Kemampuan menggabungkan pemahaman multimodal, pemrograman berbasis agen, dan pemahaman fisik ini dinilai berpotensi mendukung pengembangan robot yang bisa berinteraksi dengan lingkungannya.

Apa Ada Akses Gratis?

Meski menawarkan tarif API yang relatif kompetitif dibandingkan sejumlah model AI kelas atas, Gemini 4 Argon belum menyediakan akses gratis.

Google masih perlu menunjukkan manfaat Argon untuk kebutuhan sehari-hari, bukan hanya pekerjaan teknis dan profesional.

Kemampuannya menjawab kebutuhan pengguna umum akan menjadi salah satu faktor yang menentukan daya tarik model ini di tengah persaingan AI.