Stres Berat, Krisjiana Baharudin Alami 'Short Loss Memory'

Krisjiana Baharudin suami Siti Badriah sempat mengalami stress berat yang membuatnya melupakan beberapa memorinya. Baca selengkapnya di sini yuk...

Diterbitkan 19 September 2026, 09:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Krisjiana Baharudin alami gangguan memori jangka pendek akibat stres berat.
  • Ia tak kenali teman lama, disaksikan istri, karena lelah fisik dan pikiran.
  • Setelah berobat, ingatan pulih dan ia meminta maaf pada teman-temannya.

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan mental dan beban pikiran berat yang dialami Krisjiana Baharudin sempat berimbas fatal pada fungsi memorinya. Bintang FTV ini mengaku sempat mengalami gangguan memori jangka pendek atau short loss memory.

Kondisi tersebut membuatnya kehilangan ingatan secara mendadak saat bertemu dengan teman-teman masa mudanya di ruang publik. Krisjiana menceritakan momen canggung ketika disapa oleh sejumlah sahabat karibnya tanpa mampu mengingat nama maupun wajah orang tersebut.

Lelah Fisik dan Pikiran

Kondisi fisik yang kelelahan dan pikiran yang kacau disinyalir menjadi pemicu utama hilangnya memori otaknya untuk sementara waktu. "Kalau kita stres, kita banyak memori yang hilang karena pikiran kita tuh udah ke mana-mana. Aku sampai ketemu teman-teman aku, ada beberapa orang, ada 3 atau 4 orang aku ketemu langsung teman main aku zaman muda, aku enggak ingat namanya siapa. Aku enggak ingat namanya siapa, enggak ingat mukanya siapa," ungkap Krisjiana saat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri, Rabu (16/9/2026).

Benar-benar Seperti Orang Asing

Siti Badriah yang menyaksikan langsung kejadian tersebut membenarkan bahwa suaminya benar-benar seperti orang asing di hadapan teman lamanya. Krisjiana saat itu hanya bisa terdiam dan bersikap canggung untuk menutupi kondisi medisnya. "Enggak kenal, enggak kenal," tutur Siti Badriah.

Bukan Hilang Ingatan Total

Krisjiana meluruskan bahwa gangguan ingatan yang dialaminya bukanlah hilang ingatan total atau amnesia permanen. Gangguan tersebut hanya menyerang sebagian memori spesifik di masa lalu akibat beban stres yang melampaui batas toleransi tubuhnya.

"Bukan lost memory, short loss. Lost memory mah enggak ingat semuanya," ucap Krisjiana.

Ingatan Membaik Setelah Berobat

Setelah mendapatkan pengobatan medis dan kondisi mentalnya membaik, Krisjiana mulai berupaya merekonstruksi kembali ingatannya yang sempat tercerai-berai. Ia secara bertahap menghubungi satu per satu sahabatnya untuk menyampaikan permohonan maaf atas sikap canggungnya di masa lalu.

Kembali Hubungi Teman yang Sempat Dilupakan

"Dan aku jadi ngebangun puzzle, teman-teman aku yang lupa, aku ketemu satu-satu. Satu-satu dibangun gitu puzzlenya, 'Ini siapa, ini siapa, ini siapa.' Akhirnya ketemu, pas ketemu langsung aku chat kayak, 'Bro, sorry ya kemarin gua lupa gua siapa, kemarin gua gila soalnya. Lagi depresi gua lupa lu siapa, sorry banget ya,' minta maaf satu-satu," kenang Krisjiana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Gaya Hidup Berkelanjutan dari Hal Sederhana

Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan