Karina Ranau Ungkap Kronologi Dugaan Kekerasan yang Dialaminya

Karina Ranau, istri mendiang Epy Kusnandar, langsung melaporkan hal ini ke polisi.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tiba-tiba saat anak-anak buka, di sini ada motor kami karena menurunkan belanjaan. Saya bilang, 'Anak-anak, tolong motor dipindah ke sana.' Sudah dipindahin. Nah, motor si Bapak itu masih ada di sini, dari awal datang. Pada saat warung dibuka, dinyatakan siap, motor ini masih di sini. Saya kan nggak enak, saya sangat menjaga hubungan baik dengan tetangga gitu. Jangan sampai mengganggu aktivitas orang," sambungnya.

Karina sempat kembali meminta pelanggan itu memindahkan motornya, namun justru dibalas dengan bentakan keras. Ia kembali mengingat ketika pria tersebut mulai kehilangan kendali emosinya di depan banyak orang.

"Dia bentak, 'Entar dulu!' 'Iya sekarang aja Pak, tolong dulu Pak.' Dia mungkin sudah buru-buru, merasa diserobot orang, padahal bon satunya sudah menyediakan gitu. 'Sabar aja Pak, tolong Pak pindahin ke sana Pak, hargain saya.' 'Entar dulu! Tolong Pak sebentar!' Kencang suaranya," ungkap Karina.

Karina Ranau Sempat Merasa Pasrah

Situasi makin memanas saat pelaku mengeluarkan kata-kata kasar dan menghampiri Karina dengan nada mengancam. Ibu satu anak ini mengaku sempat pasrah karena mengira akan dipukul oleh pelanggan yang sangat emosional tersebut.

"'Entar dulu! Berisik banget sih lu!' Keluar kata-kata itu, sambil nyamperin saya. Pada saat dia kencang, saya kan pegang pengki sama sapu saya lepas gitu. 'Entar dulu! Berisik!' Dia dorong saya, saya sudah, 'Wah ini saya dipukul nih,' dalam hati gitu. 'Saya dipukul nih.' bonyok muka saya ini, tapi saya sudah pasrah gitu," ia mengungkap. 

Karina menambahkan, "Ternyata nggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Ya saya juga syok sampai keliyengan gitu, sampai nggak tahu yang kedorong itu apa," keluhnya.

Meskipun diperlakukan kasar, Karina menegaskan bahwa dirinya tetap berbicara dengan sopan tanpa ada kalimat yang menyinggung perasaan pelanggan. Ia kembali menekankan kata-kata kasar justru keluar dari mulut sang pelanggan.

"Sopan Mas saya mah, 'A... tolong pindahin dulu motornya.' 'Entar dulu!' 'Entar aja Pak, tolong Pak, emang dia sudah dari jam 11 di sini.' 'Entar dulu! Tolong Pak!' 'Entar dulu! Berisik banget sih lu!' Keluar kata itu," tegasnya.

Langsung Lapor Polisi

Karina beruntung karena memiliki inisiatif untuk merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggamnya. Karina juga langsung menempuh jalur hukum dengan melaporkan tindakan tidak menyenangkan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Sudah, hari itu juga saya langsung lapor polisi," akunya.

 Karina mengaku telah menjalani pemeriksaan visum untuk melengkapi bukti adanya dugaan tindak kekerasan fisik. Ia mengungkapkan proses panjang yang harus dilaluinya di kantor polisi hingga larut malam.

"Jadi waktu jatuh itu kan sakit, kaki, terus kemarin ada lecet dikit, sudah tidak parah saya datang melapor. Dan memang prosedur di sana kita ikuti prosedurnya untuk bikin laporan, untuk membawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam. Jadi sudah sempat visum juga diantar sama Bapak Polisi-nya, sudah menunggu sampai jam 10 malam itu saya di sana," pungkas Karina Ranau.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan