Review Film Sadali Dibintangi Ajil Ditto: Seniman, Inspirasi dan Upaya Berdamai Dengan Masa Lalu

Sadali, nama yang familier bagi para pencinta buku karya Pidi Baiq. Ia tokoh sentral dalam buku Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang diusung ke layar lebar.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pembawaannya juga lebih tenang meski kita tahu, ada yang belum selesai dalam diri Mera. Untuk urusan yang satu ini, Adinia Wirasti memang mumpumi dalam memvisualkan pergolakan batin, cinta, kenangan, dan tertahannya sebuah rasa.

 

Sadali di tangan Ajil Ditto

Sadali di tangan Ajil Ditto terasa seperti Dilan versi sedikit lebih matang. Hanya sedikit lebih matang dan belum mapan. Mengingat, dalam film ini, tokoh utama masih terlihat emosional. Terlihat jungkir balik gara-gara perempuan.

Pilihan-pilihannya belum mencerminkan kemapanan. Karyanya masih bergantung pada suasana hati. Makin berlarut masalahnya, makin pudar identitas karya seninya. Sedikit bikin geregetan dan gemas. Di sinilah sisi menariknya.

 

Arnaza dan Simpati Penonton

Yang mengundang simpati dalam dunia Sadali adalah Arnaza. Bisa jadi, karena dia dianggap penonton sebagai korban. Arnaza menerima pinangan laki-laki lain untuk mengobati luka hati yang menganga akibat Sadali. Masalahnya, Arnaza lupa bahwa pernikahan bukan rumah sakit.

Suami bukan dokter cinta spesialis mengobati hati nuraninya yang babak belur tiga tahun lalu. Magelang pada akhirnya bukan tempat pelesir bagi Arnaza melainkan proses pemulihan luka, menerima kenyataan tiga tahun lalu, dan melanjutkan hidup.

 

Momen Romantis Tetap Ada

Sadali bukanlah Dilan. Ia bukan kisah cinta anak SMA yang penuh gejolak. Sadali lebih pelan dan dalam. Kuntz Agus menjahit cerita ini dengan kalem. Tak banyak hook yang disajikan. Fokusnya menapaki pergolakan batin tiga tokoh kunci termasuk Sadali.

Momen romantis tetap ada. Salah satunya, saat Sadali merayu Mera lewat petuah-petuah cintanya yang membius, dengan latar mobil pribadi plus langit malam nan syahdu. Kalau sudah begini, hati penonton jadi meleyot dan kelepek-kelepek.

 

Kesimpulan Akhir Perjalanan Sadali

Bagi yang menyukai drama dengan ending eksplisit serta lugas mungkin agak sedikit bingung atau kecewa pada babak akhir Sadali. Bagi yang sering menonton film, akan bisa menerima “kesimpulan akhir” perjalanan Sadali mencari cinta.

Suka atau tidak, Sadali punya gaya sendiri. Ia mengalir lembut, terasa lebih senyap dari aspek musik dan lagu jika dibandingkan dengan pendahulunya. Fokusnya pada pertentangan batin. Ketiga tokoh diberi ruang untuk memproses lalu menentukan pilihan akhir.

 

 

Pemain: Ajil Ditto, ⁠Adinia Wirasti, ⁠⁠Hanggini, Ciara Nadine Brosnan, ⁠Faiz Vishal

Produser: Raam Punjabi

Sutradara: Kuntz Agus

Pen

ulis: Pidi Baiq, Titien Wattimena

Produksi: MVP Pictures

Durasi: 1 jam, 29 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan