- Mouly Surya memulai film dari gambar intuitif di kepala, lalu mencari inspirasi untuk cerita.
- Proses penyutradaraan Mouly lebih fokus pada kolaborasi tim daripada pengerjaan langsung.
- Setiap detail visual dalam film sangat penting untuk menyampaikan makna dan ekspresi.
Liputan6.com, Jakarta - Industri film semakin berkembang bersamaan dengan teknologi yang tumbuh pesat. Kini AI Content Fest 2026 hadir oleh CapCut sebagai kompetisi dan festival film berbasis kecerdasan buatan (AI) tingkat nasional.
Dalam puncaknya yang dihelat pada Jumat lalu (11/9/2026) di CGV Grand Indonesia, Jakarta, 10 film pendek terbaik telah dipilih untuk ditayangkan di layar lebar dan memperebutkan penghargaan.
Mouly Surya, seorang sutradara dan juga juri dari festival tersebut, mengungkapkan bagaimana biasanya ia membuat film yang dimulai dengan gambar yang terlintas di kepalanya. “Saya membuat sebuah film itu kadang-kadang saya selalu mencari cerita yang biasanya bermula dengan sebuah gambar di kepala,” ungkapnya.
Puan berusia 46 tahun tersebut pun mengatakan dari gambar terlintas yang disebutnya sebagai intuisi itu yang kemudian menimbulkan pikiran-pikiran selanjutnya yang terus membentuk sebuah cerita.
“Dengan saya biasanya enggak tahu alasannya kenapa, biasanya itu intuisi pertama, intuisi dengan perkiraan saya akan mencoba trace back, dari mana image-image tersebut tuh muncul, kenapa saya kepikiran dengan image istilahnya dan akhirnya saya trace back dengan inspirasi yang ada di sekitar saya. Sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah cerita dan akhirnya saya mengikuti intuisi setelah skill,” tuturnya.
Bagikan Pengalaman Proses Directing
Sutradara film Trigger Warning (2024) itu juga membagikan pengalamannya dalam menggarap sebuah film yang lebih banyak bertukar pikiran dengan para filmmaker lainnya dibanding turun tangan langsung.
“Men-direct sebuah film itu seperti membangun rumah dari seberang jalan, karena saya basic-nya enggak ngapa-ngapain. Oh. Enggak ada yang saya lakukan dengan tangan saya sendiri gitu istilahnya. Saya cuma berhubungan dengan aktor, sinematografer, editor, dan gimana kita berkolaborasi bersama tapi sebenarnya saya sendiri enggak bisa menyentuh itu langsung,” ujarnya Jumat malam itu.
Mempertahankan Karya Sendiri
Sementara itu, Mouly juga mengatakan bagaimana cara mempertahankan karya sendiri dengan banyak mempertanyakan diri sendiri mengenai karya yang dibuatnya.
“Bagaimana maintain karya saya sendiri akhirnya tergantung dengan experience, dengan intuisi, dengan dengan skill yang sudah dibangun, dengan back to back to basic dari storytelling. Kita kembali lagi bertanya apa yang mau saya ceritakan, apa yang mau saya bilang dengan karya ini dan siapa saya sebagai manusia gitu, dan gimana saya mengeluarkan voice saya dalam karya saya,” kata Mouly.
Gambar Penting Untuk Visualisasi Film
Pemilik nama asli Nursita Mouly Surya juga menjelaskan bagaimana pentingnya gambar untuk visualisasi sebuah film. Menurutnya, di setiap gambar diperlukan detail-detail yang dapat menyampaikan sesuatu.
“Apa yang ada di gambar itu semua harus bisa menceritakan sesuatu. Bagaimana sebuah karakter ada di dalam frame, posisi mana dia di dalam frame, dia pakai baju apa, apa background-nya, dan bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain di dalam frame tersebut. Itu semua ada maksudnya jadi mungkin kadang-kadang kelihatannya kayak ‘ah biasa aja gitu’, cuman di dalam ada sesuatu yang mau diekspresikan,” jelasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274994/original/087837900_1672212290-Ma_ruf1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489908/original/070071700_1769946135-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-01T182051.705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260255/original/062425500_1750565237-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)