6 Fakta Randy Martin Syuting Film Dusun Mayit: Nyeri Belikat Hingga Didatangi Fisioterapis Tengah Malam

Setelah syuting film Dusun Mayit 30 hari di Jakarta, Sukabumi, dan Gunung Welirang, Jawa Timur, Randy Martin punya banyak oleh-oleh untuk dibagikan.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Aku pikir akan begitu. Kalau sobek akan gitu, tapi ternyata tidak. Aku takutnya begitu memang, takutnya robek atau apa,” akunya seraya menjelaskan kehidupan Raka, “Raka tuh sebatang kara. Hidupnya hanya diisi dua orang, Aryo sahabat baiknya, Nita pacarnya.”

 

3. Fisioterapi Datang Jam 23.30

Menggendong cewek sambil menyusuri kontur tanah yang tak rata memang bukan hal mudah. Pernah, Randy Martin jatuh ke lubang, dengkul membentur tanah. Beruntung, tak terjadi apa-apa di dengkul namun, belikat mendadak terasa nyeri. Beruntung Randy Martin peka.

“Aku untungnya peka. Wah, sudah enggak nyaman, nih. Kita bawa fisioterapis, Hitmaker langsung mendatangkan. Tengah malam, jam setengah 12-an. Teman-teman syuting, aku pijit bentar, treatment dulu, di-needle, disuntik, dilistrik. Terus akhirnya di-strap juga,” urainya.

 

4. Kesan Pertama Baca Naskah: Capai Banget

Menggendong Ersya Aurelia hingga insiden jatuh tak membuat Randy Martin syok karena konsekuensi ini tampak dari sejak kali pertama membaca naskah. Ini disampaikannya dalam sesi wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini.

“Kesan pertama baca naskah, kayaknya gue bakal capai banget,” cetusnya. “Karena itu harus dipersiapkan fisiknya. Terutama adegan menggendong. Ketika disodori peran Raka, aku pikir karakter ini menarik. Aku ingin memberi sesuatu yang baru di sini,” ucap Randy Martin.

 

5. Makeup Jam 2 Dini Hari

Melelahkan sekaligus menyenangkan. Itulah yang dirasakan Randy Martin saat syuting film Dusun Mayit. Ia mengenang, begitu selesai syuting, langsung refleksi dan memperbanyak tidur. Selama syuting, stamina diiujii dengan hiking dari pagi.

“Refleksi, tidur. Karena kita hiking, subuh-subuh jam 2 tuh sudah make up. Jam 2 pagi sudah make up, jam 7 pagi sampai (lokasi), sudah hilang make-up-nya. Terus habis itu di-touch up lagi,” bintang sinetron Halilintar dan Putri untuk Pangeran menjelaskan.

 

6. Karakter Asli Terkuak Saat Naik Gunung

Syuting Dusun Mayit hingga ke Gunung Welirang membuat Randy Martin menarik banyak hikmah. Salah satunya, jadi paham karakter asli seseorang tampak salah satunya saat mendaki gunung. Solidaritas di tengah kelelahan fisik akan diuji.

“Ya, terutama naik gunung, karena naik gunung ini capai. Jadi empati, nurani kita dipertanyakan dan secara pribadi juga diperlihatkan seperti apa kita aslinya. Somehow kami berempat bisa match sih. Kita bisa match jadi dynamic four,” Randy Martin membeberkan.

“Karena sepanjang film ini kami bersama-sama terus berusaha bagaimana caranya gue bisa cabut, pengin pulang, pengin turun, tapi kita stuck nih di Dusun Pocong,” ia mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan