“Logikanya nggak dipakai aja sih. Logikanya dia terlalu cinta. Dia terlalu cinta, rasanya terlalu besar,” ucap Arbani. Pendekatan emosional inilah yang membuat karakter Andika terasa kompleks dan menjadi salah satu penggerak konflik dalam cerita film tersebut.
Keluar dari Zona Nyaman Lewat Peran Andika
Bagi Arbani Yasiz, memerankan Andika di Musuh Dalam Selimut menjadi pengalaman baru yang membuka kemungkinan lain dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku peran ini bukan membuatnya ketagihan, melainkan menyadarkannya bahwa dirinya mampu memainkan karakter dengan lapisan emosi yang berbeda dari sebelumnya.
“Kalau kata ketagihan sih enggak juga ya. Lebih kayak, oh ternyata bisa main karakter yang seperti ini,” ujar Arbani, yang selama ini jarang mendapatkan peran dengan dinamika seperti Andika.
Kepercayaan sutradara menjadi salah satu faktor penting bagi Arbani untuk total dalam peran tersebut. Ia menyebut arahan Hadrah Daeng Ratu dan dukungan rekan-rekan pemain membuat proses syuting terasa aman dan nyaman.
“Untungnya ini di-direct juga sama Bu Hadrah. Bu Hadrah sudah percayain ini, berarti aku harus enggak mengecewakan Bu Hadrah. Mainnya juga bareng teman-teman yang baik-baik, jadi aman,” tuturnya. Meski terlibat penuh sejak awal, Arbani mengaku masih penasaran dengan hasil akhirnya karena belum menonton film tersebut secara utuh.
Menyelami Psikologi yang Penuh Luka
Memerankan Andika di film Musuh Dalam Selimut menjadi tantangan emosional tersendiri bagi Arbani Yasiz. Ia mengaku kesulitan terbesar bukan terletak pada teknis akting, melainkan pada upaya memahami isi kepala dan perasaan karakter yang jauh dari kehidupannya sehari-hari.
“Susahnya itu lebih ke memahami apa yang dirasa sama Andika. Kenapa Andika bisa sampai mau melakukan hal-hal itu, karena banyak reason yang aku sendiri nggak punya referensinya di kehidupan aku,” ujar Arbani.
Untuk membangun karakter tersebut, Arbani banyak berdiskusi dengan orang-orang di sekitarnya selama proses produksi. Ia mengaku sering berbincang dengan lawan main dan juga sutradara demi mencari pijakan emosional yang tepat.
“Aku banyak ngobrol sama teman-teman yang lain, sama Bu Hadra. Aku juga minta penjelasan kenapa sih dia melakukan ini, kenapa dia sampai mau begitu,” katanya. Proses pencarian itu, menurut Arbani, justru membuatnya cukup tertekan karena harus masuk ke ruang emosi yang tidak familiar.
Dibangun Secara Manusiawi
Arbani Yasiz menegaskan bahwa karakter Andika di Musuh Dalam Selimut tidak pernah dimaksudkan untuk tampil hitam-putih. Ia menyebut, pendekatan yang digunakan sejak awal adalah memanusiakan tokoh tersebut dengan segala luka dan alasannya.
“Kalau Bu Hadrah dan aku setuju, kita dibikinnya ya manusiawi. Karena balik lagi, sebenarnya ini tanpa membenarkan ya, tapi Andika pun punya reason, punya alasan kenapa dia sampai seperti itu,” ujar Arbani
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404434/original/026607400_1762405617-IMG_0956-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495158/original/094934700_1770357302-626654564_18558447913039800_8899749472109168785_n.jpg)