Chef Renatta Moeloek Jodohkan Keju dengan Kuliner Nusantara, Cireng Bandung Hingga Soto Betawi

Chef Renatta Moeloek berbagi inspirasi soal keju. Keju selama ini identik dengan bahan “bule,” agak berjarak dengan kuliner Nusantara yang kaya rempah.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Chef Renatta Moeloek menyatakan keju serbaguna dan bisa dipadukan kuliner Nusantara.
  • Keju memberikan kedalaman rasa, mengikat tekstur, dan sangat fleksibel dalam masakan.
  • Keju bukan sekadar topping, tapi komponen penting penyeimbang rasa masakan Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Celebrity chef Renatta Moeloek berbagi inspirasi soal ragam bahan pangan, salah satunya keju. Keju selama ini identik dengan bahan “bule,” agak berjarak dengan kuliner Nusantara yang dikenal kaya rempah alias berbumbu medok.

Berkaca pada pengalaman di dapur profesional, chef Renatta Moeloek menyimpulkan keju sebenarnya tidak sebule itu. Ia bisa dijodohkan dengan cireng Bandung, sayur lodeh, bahkan soto Betawi. Keju salah satu bahan serbaguna. Manfaatnya banyak.

“Pertama, keju bisa memberikan depth of flavour. Jadi rasa makanan lebih kaya, lebih kompleks, dan punya karakter. Kedua, teksturnya bisa mengikat komponen dalam masakan. Yang ketiga, keju itu fleksibel,” katanya.

Keju bisa dijadikan bahan utama, pelengkap, sampai elemen finishing yang bikin sebuah hidangan terasa lebih spesial. Tak heran jika keju jadi salah satu bahan pangan kesayangan chef Renatta Moeloek.

 

Bukan Sekadar Topping

Dalam wawancara tertulis dengan Showbiz Liputan6.com, Senin (1/12/2025), chef Renatta Moeloek menyatakan, keju bisa “dikawinkan” dengan beragam kuliner tradisional Nusantara. Kreasinya terasa sangat meyenangkan.

“Jadi buat saya, keju bukan sekadar topping, tapi komponen penting untuk membangun rasa. Justru seru kalau kita mainkan keju dalam masakan Nusantara, karena banyak hidangan Indonesia yang kaya bumbu sehingga keju bisa jadi penyeimbang,” ujar chef Renatta.

“Misalnya, di Bandung, kita bisa kombinasikan cireng dengan keju. Atau jajanan pasar seperti risol atau pastel cocok ditambah keju untuk memberi kontras rasa gurih. Keju juga dapat dipakai menambah creaminess pada lodeh, opor, atau soto Betawi” urainya.

Chef Renatta menekankan, jika teknik memasaknya tepat dan bumbu seimbang, keju bisa menyatu dengan masakan Indonesia tanpa menghilangkan identitas Nusantara. Belakangan, keju makin akrab dengan masyarakat Indonesia salah satunya karena cara simpannya mudah.

 

Kreativitas Food and Beverage

Chef Renatta lalu berbagi tips menyimpan keju. Jika keju sudah dibuka, simpan di wadah yang bersih dan kedap udara agar tidak kering. Cukup dalam suhu ruangan asal tidak lembap dan disimpan dalam keadaan tertutup. Dengan demikian, keju bisa bertahan lama.

Ini disampaikan Chef Renatta usai menghadiri Festival KreaChiz 2025 di Bandung, Jawa Barat, dari 28 hingga 30 November 2025. Ajang ini mengusung tema “All You Can Chiz” dan menghadirkan ratusan menu olahan keju karya 23 tenant kuliner lokal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Keju memiliki fleksibilitas luar biasa. Saya senang melihat kreativitas food and beverage dan para pelaku UMKM Bandung yang mampu mengangkat cita rasa lokal menggunakan produk keju Indonesia,” Chef Renatta berbagi kesan.

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan