Review Film Nobody 2: Bob Odenkirk Menggila Pol-polan dalam Taman Hiburan Brutal ala Timo Tjahjanto

Nobody 2 menghadirkan transformasi karakter Hutch Mansell yang telah menerima sisi lain dirinya.

Diterbitkan 16 Agustus 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta "Kamu sebenarnya siapa?" 

"Nobody (bukan siapa-siapa)," jawab Hutch Mansell 

 

Setelah muncul di film perdana tahun 2021, interaksi "keramat" ini kembali dalam Nobody 2. Masih dengan sang protagonis yang sama, Hutch Mansell (Bob Odenkirk), yang kini telah menerima "fitrahnya" sebagai seorang pembunuh. Namun kini ia tak hanya bekerja full time sebagai tentara bayaran karena keinginan saja, tapi juga usaha untuk bayar utang setelah membakar tumpukan duit milik mafia Rusia. 

Di sisi lain, kesibukannya ini bikin sang istri Becca (Connie Nielsen) prihatin. Masalahnya, waktu Hutch untuk keluarga dan anak-anaknya bisa dibilang nihil. Ia bahkan tak tahu perkembangan terakhir dari hidup putra sulungnya, Brady (Gage Munroe). 

Hutch langsung menggoreng rencana. Mumpung sedang liburan musim panas, ia ingin mengajak keluarganya berlibur ke Plummerville. Alasannya, kota kecil dengan taman bermain ini telah memberikannya memori indah semasa bocah bersama ayah (Christopher Lloyd) dan saudaranya, Harry (RZA). 

"Memangnya kamu bisa berlibur?" tanya The Barber (Colin Salmon), sang "penyalur jasa" untuk Hutch. 

Berhadapan dengan Penguasa Plummerville

Benar saja, masa liburan keluarga Mansell berakhir prematur. Semua berawal dari gesekan sepele antara anaknya dengan seorang ABG lokal di sebuah arcade. Namun satu tindakan dari pemilik arcade, seakan memantik ledakan di kepala Hutch.

Tanpa ba-bi-bu, tanpa sanggup dicegah oleh Becca, Hutch mengamuk. 

Sialnya, remaja yang diajak kelahi Brady ternyata anak penggede di kota kecil itu, Wyatt Martin (John Ortiz). Ia adalah pemasok barang berbahaya untuk mafia kejam penguasa Plummerville, Lendina (Sharon Stone). 

Mengetahui hal ini, Hutch berniat mendinginkan suasana dan meninggalkan Plummerville dengan tenang bersama keluarganya. Tapi, bisakah ia melakukannya?

Transformasi Hutch Mansell

Hutch Mansell, adalah roh dari waralaba Nobody. Dalam film keduanya ini, ia menunjukkan transformasi tapi sekaligus inti yang sama dari karakter dalam film perdana. Ia masih pakai "casing" bapak-bapak biasa: paruh baya berpenampilan old school yang punya tugas domestik buang sampah.

Namun sebagai pembunuh, kemampuan bertarungnya tampak jauh lebih mematikan. Tak cuma menghajar lima orang sekaligus dalam bus, kini ia jago menghadapi lawan lebih berbahaya dalam ruang jauh lebih sempit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Transformasi Hutch ini dilipatgandakan dengan sinematografi saat menampilkan adegan pertarungan yang lebih raw dan kasar. Kamera tak cuma ikut berguncang, tapi juga berakrobat, sampai ikut tumbang ke tanah--seakan mengajak penonton untuk makin terisap masuk dalam pergulatan di atas layar. Pertarungan pun dibuat makin brutal, dan penuh dengan adu jotos jarak dekat dengan beragam senjata--mulai parang hingga senapan api. Segala barang yang ada di jangkauan pun bisa dimanfaatkan jadi alat mematikan, mulai dari pipa hingga gerinda--mengingatkan pada gaya tarung ala Jackie Chan. Kemampuan Bob Odenkirk--yang kini berusia 61 tahun--dalam mengeksekusi aneka aksi ini pun layak dapat acungan jempol.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan