Pilih Kutai Kartanegara, TDMB Jadikan Lokasi Resmi Pabrik Perangkat untuk Industri Pertambangan

Pihak PT Trifita Deto Muara Badak atau TDMB, meresmikan pabrik detonator mereka di Kutai Kartanegara untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan di Indonesia.

Diperbarui 13 Februari 2025, 22:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pada 12 Februari 2025, PT Trifita Deto Muara Badak atau TDMB, resmi mengoperasikan pabrik detonatornya secara komersial di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pabrik ini akan memproduksi detonator jenis non-elektrik dan elektronik untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan di Indonesia.

TDMB merupakan anak perusahaan PT Trifita Perkasa yang telah beroperasi sejak tahun 2000 dalam bidang jasa pengadaan dan distribusi bahan peledak komersial.

Perusahaan ini melayani berbagai sektor pertambangan, termasuk tambang mineral seperti emas dan tembaga, batu bara, nikel, serta kegiatan konstruksi yang membutuhkan bahan peledak.

Dengan kemampuan memproduksi sendiri detonator low explosive, TDMB diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, baik di Kalimantan Timur maupun di tingkat nasional.

 

 

Pabrik di Lahan 25 Hektare

Pabrik TDMB dibangun di atas lahan seluas 25 hektare, dengan 5 hektare di antaranya digunakan untuk bangunan, sementara sisanya diperuntukkan sebagai zona keamanan sesuai regulasi pemerintah serta untuk pengembangan industri di masa mendatang.

TDMB memperoleh rekomendasi pembangunan pabrik pada tahun 2019 dan izin mendirikan pabrik pada 2021 dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI). Persetujuan Bangunan Gedung kemudian diterbitkan oleh PTSP Kutai Kartanegara pada tahun yang sama.

Setelah melalui proses pembangunan, Kemenhan RI memberikan izin produksi pada 2024, dan sejak akhir Oktober lalu, TDMB telah memulai produksi dengan hasil lebih dari 700 ribu detonator dalam tiga bulan pertama. Setengah dari produksi tersebut langsung terserap oleh industri pertambangan di Kalimantan.

Pemilihan lokasi di Muara Badak didasarkan pada aspek keamanan karena wilayah ini memiliki kepadatan penduduk yang rendah. Selain itu, lokasi ini strategis untuk distribusi hasil produksi ke berbagai daerah pertambangan di Kalimantan, NTB, Sulawesi, hingga Papua.

 

Kapasitas Produksi dan Dampak Ekonomi

Pada tahap awal, TDMB memiliki kapasitas produksi hingga 4,1 juta detonator per tahun, terdiri dari 3 juta detonator non-elektrik dan sisanya elektronik. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, kapasitas produksi dapat ditingkatkan hingga 6 juta detonator per tahun, sehingga dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan dalam negeri yang selama ini mengandalkan impor dari Australia, Tiongkok, Korea Selatan, dan Filipina.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dengan beroperasinya TDMB, impor detonator diharapkan berkurang secara signifikan, bahkan tidak lagi diperlukan di masa mendatang. Meskipun bahan baku utama masih diimpor dari Australia, India, dan Kanada, perusahaan telah menggunakan bahan penunjang dari dalam negeri dan terus meningkatkan kandungan lokalnya. Presiden Direktur TDMB, Hery Kusnanto, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Trifita Perkasa, menyampaikan apresiasinya atas peresmian pabrik ini. “Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya pembangunan pabrik ini, sehingga kebutuhan detonator yang selama ini diimpor dapat terpenuhi dari dalam negeri.” TDMB juga didukung oleh teknologi dari Orica, perusahaan berbasis di Melbourne, Australia, yang telah beroperasi lebih dari 150 tahun sebagai produsen bahan peledak dengan teknologi terkemuka. Country Director Orica untuk Indonesia, James Tiedgen, menegaskan komitmen Orica dalam mendukung industri pertambangan Indonesia. “Kemitraan kami dengan PT Trifita Perkasa mencerminkan komitmen Orica terhadap industri sumber daya alam di Indonesia, dengan selalu mengutamakan kualitas dan keselamatan serta menyediakan teknologi inovatif bagi produksi bahan peledak di Indonesia.”  

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan