Pilih Kutai Kartanegara, TDMB Jadikan Lokasi Resmi Pabrik Perangkat untuk Industri Pertambangan

Pihak PT Trifita Deto Muara Badak atau TDMB, meresmikan pabrik detonator mereka di Kutai Kartanegara untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan di Indonesia.

Diperbarui 13 Februari 2025, 22:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dengan beroperasinya TDMB, impor detonator diharapkan berkurang secara signifikan, bahkan tidak lagi diperlukan di masa mendatang. Meskipun bahan baku utama masih diimpor dari Australia, India, dan Kanada, perusahaan telah menggunakan bahan penunjang dari dalam negeri dan terus meningkatkan kandungan lokalnya.

Presiden Direktur TDMB, Hery Kusnanto, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Trifita Perkasa, menyampaikan apresiasinya atas peresmian pabrik ini. “Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya pembangunan pabrik ini, sehingga kebutuhan detonator yang selama ini diimpor dapat terpenuhi dari dalam negeri.”

TDMB juga didukung oleh teknologi dari Orica, perusahaan berbasis di Melbourne, Australia, yang telah beroperasi lebih dari 150 tahun sebagai produsen bahan peledak dengan teknologi terkemuka. Country Director Orica untuk Indonesia, James Tiedgen, menegaskan komitmen Orica dalam mendukung industri pertambangan Indonesia.

“Kemitraan kami dengan PT Trifita Perkasa mencerminkan komitmen Orica terhadap industri sumber daya alam di Indonesia, dengan selalu mengutamakan kualitas dan keselamatan serta menyediakan teknologi inovatif bagi produksi bahan peledak di Indonesia.”

 

Kontribusi terhadap Perekonomian Lokal

Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Marsekal Pertama Dedy Laksmono, yang hadir dalam peresmian ini menyatakan dukungannya terhadap keberadaan TDMB.

“Kami yang hadir mewakili Menteri Pertahanan sangat senang dengan berdirinya pabrik detonator ini. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal serta mendukung industri pertambangan yang menjadi salah satu tulang punggung pendapatan nasional.”

Saat ini, TDMB mempekerjakan 130 karyawan, di mana hampir 90% di antaranya berasal dari Samarinda, Bontang, dan Balikpapan. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan usaha lokal dalam penyediaan jasa seperti katering, perawatan taman, dan transportasi. Keberadaan pabrik ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi, termasuk meningkatnya jumlah rumah kos, usaha makanan dan minuman, serta permintaan jasa transportasi truk di Kalimantan Timur.

Hery Kusnanto menegaskan bahwa TDMB tidak hanya mendukung pertumbuhan industri pertambangan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap keberadaan TDMB ini dapat dirasakan sebagai milik bersama dan menjadi berkah bagi masyarakat Kutai Kartanegara, pemerintah daerah, serta industri pertambangan nasional.”

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan