Artis Jepang Masahiro Nakai Umumkan Pensiun dari Dunia Hiburan Usai Akui Tudingan Skandal Pelecehan

Keputusan ini datang di tengah kontroversi dugaan skandal pelecehan yang melibatkan Masahiro Nakai dengan seorang wanita.

Diterbitkan 24 Januari 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Selamat tinggal..."

Menghentikan Kolaborasi

Setelah pernyataan pertama disampaikan, berbagai program yang melibatkan Nakai mulai menghentikan kolaborasi dengannya. Pada 15 Januari 2025, Nippon TV mengumumkan bahwa Nakai akan meninggalkan acara Sekai Gyoten News.

Menyusul itu, TBS mengumumkan penghentian THE MC3 dan akhir dari acara Nakai Masahiro no Friday Smile Tachi e pada 20 Januari 2025.

Selanjutnya, Nippon Broadcasting menghentikan Nakai Masahiro ON & ON AIR pada 21 Januari 2025, diikuti dengan pembatalan Nakai Masahiro no Saturday na Kai oleh TV Asahi pada 22 Januari 2025.

 

Tanggapan Fuji TV dan Investigasi

Lebih lanjut, beberapa laporan menyebutkan keterlibatan afiliasi Fuji TV dalam kontroversi ini. Fuji TV membantah sebagian laporan tersebut. Mereka menyatakan, "Ada ketidakakuratan dalam isi laporan, dan karyawan yang disebutkan tidak terlibat dalam acara makan malam yang disampaikan dalam artikel."

Namun, salah satu dana investasi AS mendesak Fuji Media Holdings untuk membentuk komite pihak ketiga guna menyelidiki kasus dugaan pelecehan tersebut.

Pada 17 Januari 2025, Presiden Fuji TV, Koichi Minato, menggelar konferensi pers darurat. Ia meminta maaf kepada pemirsa dan pemangku kepentingan atas kekhawatiran yang ditimbulkan serta kurangnya penjelasan.

Minato juga mengumumkan pembentukan komite investigasi independen yang dipimpin oleh pengacara eksternal untuk menyelidiki dugaan keterlibatan karyawan perusahaan.

 

Tanggapan NHK dan Stasiun Komersial Terkait Kontroversi Nakai

NHK dan lima stasiun penyiaran komersial lainnya telah mengeluarkan pernyataan mengenai kontroversi yang melibatkan Masahiro Nakai, termasuk laporan dugaan keterlibatan eksekutif Fuji TV dalam perselisihan tersebut.

Pasca konferensi pers Fuji TV, beberapa stasiun televisi lainnya juga mengambil tindakan:

TBS: Pada 20 Januari, mengumumkan telah memulai investigasi internal.

Nippon TV: Pada 21 Januari, menyatakan bahwa pakar eksternal akan melakukan wawancara dengan karyawan untuk menyelidiki potensi perilaku tidak pantas.

TV Tokyo: Menyatakan bahwa mereka telah memulai investigasi internal dengan bantuan pakar eksternal untuk menilai dugaan pelanggaran yang melibatkan karyawan atau mitra bisnis.

TV Asahi: Pada 22 Januari, mengonfirmasi investigasi awal pada departemen produksi dan penyiar untuk memastikan hubungan profesional yang tepat antara karyawan dan talent.

Sementara itu, Presiden NHK, Nobuo Inaba, dalam konferensi pers pada 22 Januari 2025, menekankan sistem pelaporan pelecehan yang kuat di NHK.

Ia memastikan bahwa organisasi memprioritaskan perlindungan hak pelapor dan korban. Inaba menegaskan NHK belum menerima laporan internal terkait kasus ini dan tidak berencana untuk memulai investigasi baru.

Dengan berbagai investigasi yang sedang berlangsung, langkah-langkah penyiaran ini dapat menentukan bagaimana karier Nakai akan berkembang setelah mencuatnya skandal ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan