Tari Sakral Bedhaya Catur Sagotra Memukau di The 48th ICTMD Selandia Baru

Penampilan pamungkas dari delegasi kesenian Triardhika Production Indonesia melalui Tari sakral ‘Bedhaya Catur Sagotra’, dipamerkan pada acara The 48th International Council for Traditions of Music and Dance (ICTMD) yang diselenggarakan di Victoria University of Wellington, 7-15 Januari 2025.

Diperbarui 16 Januari 2025, 17:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Sejarah seni tari keraton mencerminkan dinamika kehidupan di keraton dan menjadi pegangan hidup para pelakunya,” jelas Eny Sulistyowati.

Selain ‘Bedhaya Catur Sagotra’, delegasi juga menampilkan tarian ‘Gatutkaca Gandrung’, pertunjukan gamelan, dan tarian ‘Gambyong Pareanom’ yang diiringi oleh musik gamelan ‘Padang Moncar’ New Zealand.

“Grup gamelan ‘Padang Moncar’ New Zealand juga mempersembahkan konser karawitan berjudul ‘Nusantara’ karya komponis Dedek Wahyudi,” tambah Eny.

Promosi Kebudayaan yang Berkelanjutan

Eny menekankan pentingnya promosi berkelanjutan seni dan budaya Indonesia di kancah internasional.

"Pemerintah perlu menempatkan kebudayaan sebagai prioritas dalam pembangunan bangsa. Kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi dan sosial," ujarnya.

 

ICTMD untuk Perdamaian Dunia

International Council for Traditions of Music and Dance (ICTMD) adalah organisasi internasional yang bertujuan memajukan studi, praktik, dan pelestarian musik serta tari tradisional. Organisasi ini berperan sebagai penghubung antara budaya yang berbeda dan berkontribusi pada perdamaian dunia.

Delegasi Triardhika Production terdiri dari seniman-seniman berbakat seperti Eny Sulistyowati, Agus Prasetyo, dan lainnya, yang mempersembahkan keindahan budaya Indonesia di panggung internasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan