Meneropong Fenomena Penjualan Album K-Pop, Merosot untuk Pertama Kalinya dalam 1 Dekade Terakhir pada 2024

Penurunan penjualan album K-Pop pada 2024 terutama nampak pada artis pria.

Diterbitkan 06 Januari 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rilisan Fisik di Industri K-Pop, Tetap Menyala di Era Digital

Sesungguhnya, penjualan rilisan fisik di industri K-Pop di era digital ini memang merupakan anomali. Billboard mencatat bahwa banyak penggemar K-Pop di Korea yang bahkan tak memiliki pemutar CD. 

Lantas, mengapa industri album fisik masih berjalan di Korea?

The Chosun Daily mencatat, dari segi industri, penjualan album fisik memang mesin pengepul cuan yang gacor.

"Perusahaan hiburan menyukai penjualan album, karena ongkos produksinya lebih rendah dibanding saluran pendapatan yang lain seperti pertunjukan live," kata Kim Gyuyeon, analis dari Mirae Asset Securities.

Tak heran, penjualan album fisik tetap "dipelihara" agensi K-Pop saat pasar di negara lain kompak bergerak menuju dunia digital. Taktik yang mereka gunakan, adalah menyelipkan sejumlah merchandise yang bisa dikoleksi seperti photo card, merilis beberapa versi album, hingga kesempatan fan meeting dengan artis.

The Chosun Daily juga menyorot sejumlah penggemar yang memiliki mentalitas idolanya mesti terlihat lebih baik dari artis lain--dan alasan ini ikut menggenjot penjualan album fisik.

K-Pop Belum Padam

Sejumlah faktor dipandang memiliki kontribusi terhadap penurunan penjualan album K-Pop. Mulai dari absennya beberapa bintang besar karena wajib militer, kejenuhan konsep grup multi-label, hingga pasar Tiongkok yang masih tertutup.

Para analis juga mengartikan fenomena ini sebagai titik batas model bisnis yang mengandalkan penjualan album. Namun, hal ini bukan berarti senjakala industri K-Pop.

Sebaliknya, di platform digital, K-Pop makin menunjukkan taringnya. Berdasarkan data yag diperoleh CNBC, pemutaran kontan K-Pop di Spotify meroket di berbagai wilayah: 180 persen di USA, 420 persen di Asia Tenggara, dan 360 persen secara global.

Penurunan penjualan rilisan fisik juga bisa jadi bakal berbelok 180 derajat pada tahun ini. Salah satu faktornya, adalah kembalinya nama-nama besar di jagat K-Pop. BTS kembali dalam formasi lengkap tahun ini, karena semua anggota telah menyelesaikan wamil. Jennie dan G-Dragon juga akan merilis karya baru pada 2025.

Tak hanya itu, para junior mereka yang namanya mulai diperhitungkan seperti aespa, ILLIT, RIIZE, Zerobaseone, IVE, juga akan comeback tahun ini. 

Jadi, seperti apa wajah industri K-Pop pada 2025 ini? Kita tunggu saja!

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan