Cara Memanfaatkan Void Sempit Menjadi Taman Kering, Solusi Rumah Lebih Sejuk dan Estetis

Cara memanfaatkan void sempit menjadi taman kering menawarkan solusi desain interior yang estetis, hemat air, dan minim perawatan, cocok untuk rumah modern.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara memanfaatkan void sempit menjadi taman kering merupakan solusi cerdas untuk mengubah ruang kosong di dalam rumah menjadi area hijau yang menarik tanpa membutuhkan perawatan rumit. Konsep ini semakin populer pada rumah minimalis bertingkat karena mampu menghadirkan suasana alami sekaligus memaksimalkan fungsi ruang.

Void pada rumah sebenarnya memiliki peran penting dalam membantu pencahayaan alami dan memperlancar sirkulasi udara. Ketika dipadukan dengan taman kering, area tersebut tidak hanya menjadi sumber cahaya, tetapi juga menghadirkan nuansa segar yang membuat interior terasa lebih nyaman.

Menariknya, taman kering tidak selalu identik dengan kaktus atau gurun. Dengan pemilihan tanaman, batu alam, serta komposisi yang tepat, taman kering dapat tampil hijau, elegan, dan tetap hemat air sehingga cocok diterapkan pada berbagai gaya rumah modern. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (7/7/2026).

Mengenal Fungsi Void pada Rumah

Void adalah ruang terbuka yang menghubungkan dua lantai sehingga menciptakan langit-langit tinggi pada sebagian area rumah. Posisi void dapat berada di ruang keluarga, ruang makan, dapur, dekat tangga, bahkan di tengah bangunan.

Keberadaan void memberikan berbagai manfaat bagi hunian. Bukaan vertikal ini memungkinkan cahaya matahari masuk lebih jauh ke dalam rumah sehingga kebutuhan pencahayaan buatan pada siang hari menjadi lebih sedikit. Selain itu, udara panas dapat bergerak ke atas sehingga sirkulasi udara berlangsung lebih baik dan suhu ruangan terasa lebih nyaman.

Dari sisi estetika, void juga memberikan kesan rumah yang lebih luas, tinggi, dan mewah. Bahkan, pada banyak desain rumah modern, area void menjadi focal point yang langsung menarik perhatian ketika seseorang memasuki rumah.

Karena memiliki pencahayaan alami yang cukup dan sirkulasi udara yang baik, area void menjadi lokasi ideal untuk menghadirkan taman kering indoor.

Mengapa Void Sempit Cocok Dijadikan Taman Kering?

Tidak sedikit pemilik rumah menganggap void sempit hanyalah ruang kosong yang sulit dimanfaatkan. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, area tersebut bisa berubah menjadi elemen interior yang mempercantik seluruh rumah.

Taman kering sangat cocok diterapkan pada void karena tidak membutuhkan hamparan rumput luas maupun sistem penyiraman intensif. Sebagian besar elemennya justru terdiri dari batu koral, kerikil, pasir, batu alam, dan tanaman yang tahan terhadap kondisi kering.

Perpaduan material keras dan tanaman hijau menciptakan keseimbangan visual yang membuat area kecil tetap terlihat hidup. Selain itu, taman kering juga lebih mudah dibersihkan dibanding taman basah sehingga sesuai bagi penghuni yang memiliki aktivitas padat.

Cara Memanfaatkan Void Sempit Menjadi Taman Kering

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan agar area void kecil berubah menjadi taman yang menarik.

1. Tentukan Tema Desain Sejak Awal

Sebelum membeli tanaman maupun dekorasi, tentukan terlebih dahulu konsep taman yang ingin diwujudkan.

Gaya Jepang menjadi salah satu pilihan populer karena memadukan batu koral, batu besar, tanaman hijau, dan ruang kosong yang seimbang. Sementara itu, konsep tropis minimalis menghadirkan tanaman berdaun lebar dengan sentuhan batu alam sehingga tetap terasa segar meski menggunakan sedikit elemen.

Menentukan tema sejak awal akan mempermudah pemilihan warna, material, hingga jenis tanaman agar seluruh komposisi terlihat harmonis.

2. Maksimalkan Cahaya Alami dari Void

Salah satu kelebihan utama area void adalah pencahayaan alami yang melimpah. Manfaatkan kondisi ini untuk menempatkan tanaman yang membutuhkan cahaya tidak langsung.

Apabila bagian atas void menggunakan skylight atau atap kaca, sinar matahari dapat membantu tanaman tumbuh lebih sehat sekaligus menciptakan bayangan alami yang mempercantik interior sepanjang hari.

Jika cahaya matahari sangat kuat, penggunaan tirai tipis atau kaca berlapis dapat membantu mengurangi intensitas panas tanpa menghilangkan pencahayaan alami.

3. Gunakan Material Keras Sebagai Elemen Dominan

Karakter utama taman kering terletak pada penggunaan hardscape. Batu koral putih, kerikil abu-abu, pasir kasar, batu kali, batu alam, maupun cetakan beton dapat menjadi elemen utama yang memperkuat tampilan taman.

Selain memberikan tekstur visual yang menarik, lapisan batu juga membantu menjaga kelembapan tanah sehingga penguapan air berlangsung lebih lambat. Penggunaan material keras juga membuat area lebih bersih dan memudahkan proses perawatan.

4. Pilih Tanaman yang Tahan Kondisi Kering

Keberhasilan cara memanfaatkan void sempit menjadi taman kering sangat dipengaruhi oleh pemilihan tanaman.

Beberapa tanaman yang cocok digunakan antara lain:

  • Sansevieria (lidah mertua)
  • Aglaonema
  • Lily Paris
  • Sukulen
  • Kaktus
  • Bambu hias
  • Palem mini
  • Bonsai
  • Pakis tertentu yang toleran terhadap cahaya terbatas

Tanaman tersebut relatif mudah dirawat serta mampu bertahan dengan penyiraman yang tidak terlalu sering.

Agar taman terlihat alami, kombinasikan tanaman berdaun tegak dengan tanaman bertekstur lembut sehingga tercipta variasi bentuk dan tinggi tanaman.

5. Berikan Ruang Kosong agar Taman Tidak Terlihat Penuh

Kesalahan yang sering terjadi adalah menempatkan terlalu banyak tanaman pada area kecil.

Padahal, salah satu prinsip desain taman kering adalah menghadirkan ruang kosong atau negative space. Area kosong justru membuat bentuk tanaman lebih menonjol sekaligus memberikan kesan lapang.

Susunan tanaman yang renggang juga memudahkan proses pembersihan serta mencegah kelembapan berlebihan.

6. Tambahkan Batu Besar Sebagai Titik Fokus

Sebuah batu alam berukuran besar dapat menjadi pusat perhatian pada taman kering.

Keberadaan batu besar membuat komposisi taman tampak lebih alami dan tidak monoton. Posisinya dapat dipadukan dengan batu koral kecil, kerikil, serta tanaman rendah sehingga menghasilkan keseimbangan visual.

Inspirasi seperti ini banyak diterapkan pada taman bergaya Jepang maupun taman tropis modern.

7. Gunakan Jalur Pijakan Dekoratif

Apabila ukuran void cukup memanjang, tambahkan stepping stone atau pijakan dari batu alam maupun kayu.

Elemen sederhana ini mampu menciptakan kesan taman yang lebih hidup sekaligus memberikan dimensi tambahan pada ruang sempit.

Pijakan dapat disusun tidak simetris agar tampil lebih alami mengikuti konsep taman modern.

8. Hindari Penggunaan Terlalu Banyak Dekorasi

Area void umumnya tidak terlalu luas sehingga dekorasi berlebihan justru membuat taman terlihat sesak.

Pilih satu atau dua elemen dekoratif seperti lentera batu, pot minimalis, patung kecil, atau lampu taman berwarna hangat.

Dekorasi yang sederhana justru membuat tanaman menjadi pusat perhatian utama.

9. Perhatikan Media Tanam dan Drainase

Meskipun disebut taman kering, tanaman tetap membutuhkan media tanam yang baik.

Gunakan campuran tanah gembur, pasir kasar, dan kompos secukupnya agar akar memperoleh nutrisi tanpa membuat tanah terlalu lembap. Hindari media tanam yang terlalu subur karena dapat memicu pertumbuhan daun berlebihan sehingga kebutuhan air ikut meningkat.

Pastikan pula terdapat saluran drainase yang baik agar air tidak menggenang ketika proses penyiraman dilakukan.

10. Tambahkan Pencahayaan Dekoratif

Lampu sorot kecil, lampu tanam, atau lampu LED berwarna warm white mampu mempercantik taman saat malam hari.

Cahaya yang diarahkan ke batang pohon, batu alam, atau tanaman tinggi akan menghasilkan bayangan artistik sehingga area void tetap menarik meskipun matahari telah terbenam.

Pencahayaan juga memperkuat fungsi void sebagai pusat perhatian di dalam rumah.

Tips Merawat Taman Kering di Area Void

Meski dikenal lebih praktis dibanding taman basah, taman kering tetap membutuhkan perawatan rutin agar tampil menarik.

Lakukan penyiraman secukupnya terutama saat tanaman masih dalam masa adaptasi. Setelah akar berkembang dengan baik, frekuensi penyiraman dapat dikurangi sesuai kebutuhan jenis tanaman.

Bersihkan daun kering, gulma, serta debu yang menempel pada batu koral secara berkala. Jika menggunakan kerikil atau batu alam sebagai mulsa, tidak perlu memasang membran plastik di bawahnya karena akar tanaman membutuhkan ruang untuk berkembang secara alami.

Lakukan pemangkasan ringan bila tanaman mulai terlalu rimbun agar bentuk taman tetap proporsional dan pencahayaan tidak terhalang.

Pertanyaan Seputar Taman Kering

1. Apa yang dimaksud dengan taman kering?

Taman kering adalah konsep taman yang menggunakan tanaman tahan kekeringan dengan dominasi elemen keras seperti batu koral, kerikil, pasir, dan batu alam sehingga kebutuhan air relatif lebih sedikit dibanding taman basah.

2. Apakah taman kering cocok dibuat di area void rumah?

Ya. Void memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik sehingga menjadi lokasi ideal untuk menghadirkan taman kering indoor yang mempercantik interior.

3. Tanaman apa yang paling cocok untuk taman kering indoor?

Beberapa pilihan terbaik antara lain sansevieria, aglaonema, lily paris, sukulen, kaktus, bambu hias, bonsai, dan palem mini yang relatif mudah dirawat.

4. Apakah taman kering benar-benar bebas perawatan?

Tidak. Taman kering tetap memerlukan penyiraman secukupnya, penyiangan gulma, pembersihan batu koral, serta pemangkasan tanaman agar tampil rapi.

5. Apakah taman kering hanya cocok untuk rumah bergaya minimalis?

Tidak. Taman kering dapat diterapkan pada berbagai konsep rumah, mulai dari minimalis, tropis, modern, Japandi, hingga klasik, selama desain dan pemilihan tanamannya disesuaikan dengan karakter bangunan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6